Tugas Softskill



Review Jurnal tentang PHP
Asri Safirannisa (51413445)
Universitas Gunadarma

PENDAHULUAN  

Semakin cepatnya perkembangan teknologi dan tingginya tingkat persaingan dalam dunia usaha, merupakan sebuah tantangan yang harus dihadapi oleh semua pihak, terutama dalam dunia industri telekomunikasi yang tidak bisa lepas dari teknologi informasi. Perubahan serta perkembangan yang sudah dicapai seperti otomatisasi dan komputerisasi telah sedemikian cepatnya dan menuntut kalangan industri serta para praktisi yang berkecimpung di dalamnya untuk lebih siap menghadapi kemajuan yang ada. Pada dunia pendidikan, khususnya STMIK GI MDP, sistem  informasi (SI) digunakan dalam meningkatkan kualitas dan kemampuan mahasiswa dalam menghadapi persaingan globalisasi. Sebagai Agent of Change untuk itu perlu adanya pembekalan ilmu berupa teori dan praktik, pembekalan ilmu yang berupa praktik tersebut dapat dilakukan di luar lingkungan kampus STMIK GI MDP. Untuk itu, sebagai salah satu upaya yang ditempuh Perguruan Tinggi untuk mengantisipasi permasalahan di atas adalah dengan mewajibkan setiap mahasiswanya untuk  mengikuti Program Skripsi di suatu lembaga, instansi atau perusahaan, baik pemerintah maupun swasta, yang sesuai dengan disiplin ilmu yang ditekuninya. Dengan kerja praktik pada perusahaan-perusahaan atau instansi tertentu, diharapkan mahasiswa dapat memiliki gambaran yang lebih mendalam tentang kondisi nyata di dunia kerja, sekaligus dapat menambah pengalaman serta membuka cakrawala pandang yang lebih luas yang mungkin tidak didapatkan di bangku kuliah. PT. XL Axiata, Tbk Palembang yang merupakan sebuah Badan Usaha Milik Swasta yang bergerak pada bidang telekomunikasi yang berada dalam wilayah Sumatera Selatan ini dipandang sebagai tempat Skripsi yang relevan bagi mahasiswa STMIK GI MDP terutama di bagian Sistem Informatika bidang industri. Pada bagian ini, mahasiswa diharapkan dapat menganalisis perangkat lunak yang akan dibuat untuk menunjang kegiatan pada PT. XL Axiata, Tbk Palembang berdasarkan kondisi di lapangan sesuai dengan bidang ilmu yang dipelajari.

Abstraksi
Perkembangan teknologi sekarang ini semakin pesat, salah satu perkembangan teknologi itu adalah internet. Begitu pula dengan persaingan bisnis khususnya persaingan bisnis industri telekomunikasi dari waktu ke waktu semakin ketat, sehingga perusahaan harus membuat strategi pemasaran baru untuk mempertahankan dan meraih pangsa pasar yang lebih tinggi. Kemudian yang didapatkan dengan menggunakan internet pun ikut di manfaatkan oleh perusahaan di bidang pendidikan, yaitu dengan adanya Sistem Informasi Akademik Sekolah Menengah Atas Berbasis Web. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjembatani percepatan penyampaian informasi untuk semua pihak yang diperkenankan oleh sekolah tersebut. Dalam pembuatan skripsi ini, pelaksana membangun sebuah sistem informasi akademik berbasis web menggunakan PHP yang berfungsi untuk penampilan , Adobe Dreamweaver, dan MySQL sebagai database. Metode yang digunakan dalam penulisan laporan ini adalah metode Waterfall. Dalam jurnal yang kedua, kita akan membehas mengenai Pengembangan sistem informasi lapas narkoba yang diharapkan dapat membantu Badan Narkotika Nasional (BNN) beserta instansi penegak hukum lainnya dalam mengungkap kejahatan – kejahatan narkoba yang bersifat internasional dan lokal. Analisa Aplikasi Sistem informasi lapas narkoba yang menggunakan sistem berbasis web menggunakan Hypertext Preprocessor (PHP) dan Mysql sebagai database-nya serta menggunakan apache sebagai web servernya. Selain sumber daya manusia, penerapan sistem informasi lapas narkoba juga harus diikuti dengan SOP (Standard Operating Procedure) yang baik sehingga sistem secara keseluruhan dapat terintegrasi dengan baik dan dapat dikembangkan dengan data – data narapidana di seluruh dunia, dikarenakan beberapa kejahatan narkoba dikendalikan oleh sindikat internasional. Sistem ini juga dapat diintegrasikan dengan data exportir maupun importir prekursor yang berada di database National Single Window (NSW).  Selain itu pada Jurnal 3, kita akan membuat program Kegiatan rawat-inap pada sebuah rumah sakit merupakan sebuah kegiatan yang rutin dijalani. Pada kegiatan ini, yang dimulai dari pendaftaran (check-in) hingga keluar (check-out). pada pengelolaan data rawat- inap ini  masih ada user yang masih melakukan secara manual yang memanfaatkan peralatan kuno dan tidak akurat dalam  menciptakan sebuah keputusan. Manual yang dimaksud disini berupa pengecekan kamar dan dokter masih pada buku status. Tujuan dari penelitian ini yaitu membantu user khususnya rumah sakit umum aisyiyah dalam pengolahan data rawat inapnya secara elektronik dengan membangun sebuah sistem informasi yang memanfaatkan bahasa pemrograman PHP dan database MySQL. 
Kata kunci : Sistem Informasi Akademik, Web , Waterfall , PHP.   Rawat-Inap, Sistem Informasi, MySQL, Sistem Informasi Lapas, Narkoba, Collaboration Diagram, Sequence Diagram, Class Diagram, Activity Diagram, Database.

2. LANDASAN TEORI  

2.1 Teori Umum. 
Pada bab ini akan dibahas mengenai teori – teori umum yang berhubungan dengan sistem informasi akademik berbasis web.  

2.1.1  Pengertian Sistem. 
Menurut Taufiq (2002, h.1), sistem bisa ditafsirkan sebagai kesatuan elemen yang memiliki keterkaitan. Beberapa elemen dapat digabung menjadi suatu unit, kelompok atau komponen sistem dengan fungsi tertentu. Komponen sistem ini bisa dilihat, dianggap, atau memang dirancang untuk berfungsi mandiri sebagai modul sistem (lepas dari sistem tetapi masih berkaitan dengan sistem pada mana modul ini menginduk).    

2.1.2 Konsep Informasi.
Informasi ibarat darah yang mengalir di dalam tubuh suatu organisasi, sehingga informasi ini sangat penting di dalam suatu organisasi. Suatu sistem yang kurang mendapatkan informasi akan menjadi luruh, kerdil dan akhirnya berakhir. Sumber dari informasi adalah data. 

2.1.1 Konsep Sistem Informasi. 
Sistem informasi didefinisikan oleh (Jogiyanto 1999, h.11), sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan. Pengertian dari sistem informasi akademik adalah sebuah sistem khusus untuk keperluan pengolahan data – data Akademik dengan penerapan teknologi komputer baik ‘ hardware ’ maupun ’software ’, yang dimaksud ‘ hardware ’ (perangkat keras) adalah peralatan – peralatan seperti Komputer (PC Computer), Printer, CD ROM, HardDisk , dan sebagainya, sedangkan ‘software’ (perangkat lunak) adalah program komputer yang memfungsikan‘ hardware’ tersebut yang dibuat khusus untuk keperluan pengolahan data – data akademik. (Taryana 2010, h.1) Definisi sistem informasi pada abad ke 21 telah bergeser menjadi teknologi sistem informasi yang mempunyai enam komponen yaitu hardware, software, network, brainware, database dan procedure kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian- kejadian dan kesatuan nyata. ”Kejadian- kejadian ( event ) adalah sesuatu yang terjadi pada saat yang tertentu. (Jogiyanto 1999, h.7)”.
 
2.2 Teori Pendukung Khusus       

2.2.1 Pengertian Internet. 
Internet adalah sebuah solusi jaringan yang dapat menghubungkan beberapa jaringan lokal yang ada pada suatu daerah, kota, atau bahkan pada sebuah negara (Nugroho 2004, h.3). 

2.2.2 Pengertian World Wide Web (WWW). 
 World Wide Web (WWW) adalah sebuah bagian dari internet yang sangat dikenal dalam dunia internet, dengan adanya WWW seorang pengguna dapat menapilkan sebuah halaman Virtual yang disebut dengan website (Nugroho 2004, h.3). 
 
2.2.3 Pengertian E-Learning
Jaya Kumar C. Koran (2002), mendefinisikan E-Learning sebagai sembarang pengajaran dan pembelajaran yang menggunakan rangkaian elektronik (LAN, WAN, atau internet) untuk menyampaikan isi pembelajaran, interaksi, atau bimbingan. Ada pula yang menafsirkan E-Learning sebagai bentuk pendidikan jarak jauh yang dilakukan melalui media internet. Sedangkan Dong (dalam Kamarga, 2002) mendefinisikan  sebagai kegiatan belajar melalui perangkat elektronik komputer yang memperoleh bahan belajar yang sesuai dengan kebutuhannya.  

2.2.4 Konsep Pengembangan Sistem
Dalam suatu organisasi atau perusahaan perkembangan sistem harus dilakukan untuk menggantikan sistem lama yang tidak efisien menjadi lebih efisien. Pengembangan sistem ( system development ) dapat berarti menyusun suatu sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yang telah ada. 
 
2.2.5 Analisis Sistem
 Menurut Jogiyanto (1999, h.129), Analisis sistem ( systems analysis ) dapat didefinisikan sebagai penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh ke dalam bagian – bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasikan permasalahan – permasalahan, kesempatan – kesempatan, hambatan – hambatan yang terjadi dan kebutuhan – kebutuhan yang diharapkan sehigga dapat diususlkan perbaikan – perbaikannya. 

2.2.6 Analisis Kebutuhan Menurut (Whitten 2004, hal.258),
Use Case adalah urutan langkah-langkah yang secara tindakan saling terkait, baik terotomatisasi maupun secara manual, untuk tujuan melengkapi satu tugas bisnis tunggal. Ada dua alat utama yang digunakan saat menyajikan pemodelan use case yaitu use case diagram dan use case narrative. Use case diagram adalah  diagram yang menggambarkan interaksi antara sistem dengan sistem eksternal dan pengguna. Dengan kata lain, secara grafis menggambarkan siapa yang akan menggunakan sistem dan dengan cara apa pengguna mengharapkan untuk berinteraksi dengan sistem.   Use case narrative adalah deskripsi tekstual kegiatan bisnis dan bagaimana pengguna akan berinteraksi dengan sistem untuk menyelesaikan suatu tugas.   

2.2.7 Analisis Kelayakan
Selama fase analisis keputusan dalam analisis sistem, analisis sistem kandidat kemudian menganalisis solusi itu untuk mengetahui kelayakannya (Whitten 2004, h.391). Adapun tahapan dari analisis kelayakan yaitu :
a. Mengidentifikasi solusi kandidat 
b. Menganalisis solusi kandidat

penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh ke dalam bagian – bagian komponennya.




2.2.8 Analisis Biaya Manfaat
Menurut Whitten (2004, h.388), ada tiga teknik popular untuk memperkirakan kelayakan cost- effectiveness adalah sebagai berikut: 

A.     Metode Periode Pengembalian (Payback Period)  
Payback analysis menentukan berapa banyak waktu yang diperlukan sebelum keuntungan yang meningkat melampaui biaya yang meningkat dan berkelanjutan. Periode waktu ini disebut payback period.  PVn = 1/(1+i) n  PVn merupakan present value $1.00 n tahun dari saat ini dan i adalah discount rate. Oleh karena itu, present value dolar dua tahun dari sekarang adalah : PV2 = 1/(1+0,12) 2 = 0,797

  B. Metode Pengembalian Investasi (Return on Investment
ROI untuk solusi atau proyek adalah tingkat persentase yang mengukur hubungan antara jumlah yang didapat kembali bisnis tersebut dari sebuah investasi dan jumlah yang diinvestasikan. ROI seumur hidup = (Keuntungan seumur hidup terestimasi – Biaya seumur hidup terestimasi)/Biaya seumur hidup terestimasi. 

C. Metode Nilai Sekarang Bersih ( Net Present Value ).
Pada awalnya menentukan biaya dan keuntungan tiap tahun pada umur hidup sistem dan menetapkan semua biaya dan keuntungan ke nilai mata uang saat ini. 

2.2.9 Perancangan Sistem
Sistem informasi yang logik adalah peralatan antarmuka pengguna. Antarmuka meghubungkan pemakaian dengan sistem, jadi perannya benar – benar sangat penting. Contoh dari antarmuka pemakai adalah keyboard (untuk mengetik pertanyaan dan jawaban), menu – menu pada layar (untuk mendatangka perintah pemakai), serta berbagai jenis Graphical User Interface (GUI) yang menggunakan mouse atau cukup dengan sentuhan pada layar. Tahap perancangan juga mencakup perancangan file – file atau basisdata yang bisa menyimpan data – data yang diperlukan oleh pembuat keputusan. Basis data yang disusun denga baik adalah dasar dari seluruh sistem informasi. Dalam tahap ini, penganalisis juga bekerja sama dengan pemakai untuk merancang output (baik pada layar maupun hasil cetakannya) (Kendall 2002, h.13).

2.2.10 Permodelan Proses
Menurut Whitten (2004, hal.326),  permodelan proses adalah teknik pengolahan dan mendokumentasikan struktur dan aliran data melalui proses sistem.  Diagram Aliran Data atau Data Flow Diagram (DFD) adalah alat yang menggambarkan aliran data melalui sistem dan kerja atau pengolahan yang dilakukan oleh sistem tersebut.  

2.2.11.1  Entity Relationship Diagram (ERD)
ERD adalah model data yang menggunakan beberapa notasi untuk
menggambarkan data dalam konteks entitas dan hubungan yang dideskripsikan oleh data tersebut. (Whitten, 2004, hal.281).  

2.2.11 Teknologi Basis Data 
Menurut Fathansyah (2001, h.2), Basis Data adalah himpunan kelompok data (arsip ) yang saling berhubungan yang diorganisasikan sedemikian rupa agar kelak dapat dimanfaatkan kembali dengan cepat dan mudah atau kumpulan data yang saling berhubungan yang disimpan secara bersama sedemikian rupa dan tanpa pengulangan (redudansi) yang tidak perlu untuk memenuhi berbagai kebutuhan.   

2.2.12 Alat Bantu Pengembangan Aplikasi 

2.2.12.1 Bahasa Pemrograman PHP Menurut Peranginangin (2006, h.2), PHP ( Hypertext Preprocessor ) yang digunakan sebagai bahasa siscript server- side dalam pengembangan web yang disisipkan pada dokumen HTML. Penggunaan PHP memungkinkan web dapat dibuat dinamis sehinnga maintenance situs web tersebut menjadi lebih mudah dan efisien.

2.2.12.2 MySQL
Menurut Nugroho (2004, h.133), MySQL merupakan database yang paling digemari dikalangan Programmer Web, dengan alasan bahwa program ini merupakan database yang sangat kuat dan cukup stabil untuk digunakan sebagai media penyimpanan data. Sebagai sebuah  database server  yang mampu untuk memanajemen database dengan baik, MySQL terhitung merupakan database yang paling digemari dan paling banyak digunakan dibandingkan database lainnya.

 2.2.12.3 Koneksi antara PHP dan MySQL
Menurut Nugroho (2004, h.133), Didalam dunia internet, MySQL dijadikan sebuah database yang paling banyak digunakan selain database yang bersifat share ware . Penggunaan MySQL ini biasanya dipadukan dengan menggunakan program aplikasi PHP, karena dengan menggunakan PHP program tersebut telah terbukti akan kehandalanya dalam menangani permintaan data. 

3.         ANALISIS SISTEM 
3.1 Sejarah PT. XL Axiata, Tbk. Indonesia
XL adalah salah satu perusahaan telekomunikasi terkemuka di Indonesia. Mulai beroperasi secara komersial sejak 8 Oktober 1996, XL saat ini adalah penyedia layanan seluler dengan jaringan yang luas dan berkualitas di seluruh Indonesia bagi pelanggan ritel ( Consumer Solution) dan solusi bagi pelanggan korporat ( Business Solution). 
Hal ini menjadikan XL sebagai perusahaan tertutup pertama di Indonesia yang menyediakan jasa telepon yang bergerak di bidang selulur. XL bahkan menguatkan identitasnya sebagai perusahaan telekomunikasi dengan membangun jaringan microcell terpadu di kawasan segitiga emas Jakarta pada tahun 1997 dan meluncurkan merek ProXL untuk produk layanan prabayar di tahun berikutnya. XL mulai memasuki pangsa pasar di sumatera dan Batam sejak tahun 2000 dan berhasil mendapatkan alokasi spectrum DCS 1800, menyelesaikan pembangunan jaringan utama serat optic serta menghasilkan layanan Mbanking dan M- Fun di tahun 2001. XL terus melakukan ekspansi pasar hingga pada tahun 2002 mulai memperluas jaringan ke daerah Kalimantan dan Sulawesi serta meluncurkan layanan leased line dan IP ( Internet Protocol ). Di tahun 2004 XL melakukan rebranding logo XL dan merubah merek “proXL” dengan produk-produk baru yaitu : “Jempol” (prabayar ), “Bebas”( prabayar ), dan “Xplor”( pasca bayar ). Bulan septermber 2005 merupakan salah satu tonggak penting bagi XL. Dengan mengembangkan seluruh aspek bisnisnya, XL menjadi perusahaan public dan tercatat di Bursa Efek Jakarta (sekarang Bursa Efek Indonesia) dengan kode saham EXCL. Kepemilikan saham mayoritas pada saat itu dipegang oleh Indocel Holding Sdn. Bhd. Pada tahun 2006, XL memperoleh Lisensi Jaringan Mobil Selulur ( Celluler Mobile Network ) 3G dan mulai menghadiri layanan XL 3G “Pertama, Terluas, dan Tercepat”. Di tahun 2007 XL menjadi pelopor dalam menerapkan tarif Rp. 1,/detik dan melalui konsuolidasi brand menjadi “ prabayar XL” dan “ pasca bayar XL”. Di tahun ini juga ETISALAT menjadi pemegang saham XL. ETISALAT sendiri adalah perusahaan telekomunikasi terbesar kedua di Timur Tengah. Di tahun 2008, TM Group mengumumkan penyelesaian proses demergernya, menghasilkan du entitas yang terpisah, Telekom Malaysia Berhad (“TM”) dan TM International Berhad (sekarang berganti nama menjadi Axiata Group Berhad (“Axiata”), dimana Indocel Holding Sdn BHD secara tidak langsung merupakan anak perusahaan Axiata melalui TM Internasional (L) Limited. Kemudian Axiata mengakuisisi seluruh kepemilikan saham XL yang dimiliki oleh Khazanah Nasional Berhad, sehingga kepemilikan saham Indocel Holding Sdn BDH menjadi 83%. Akhirnya, di tahun 2009 XL meluncurkan logo perusahaan yang baru pada bulan juni dengan menambahkan logo axiata sebagai simbol sinergi dengan Axiata. Dibulan Desember 2009, XL juga mengubah nama perusahaan menjadi XL Axiata Tbk dan melakukan penawaran umum Terbatas I dalam rangka penerbitan Hak Memesa Efek Terlebih Dahulu (HMETD) sejumlah 1.418.000.000 saham baru.


3.2 Prosedur Sistem
 Yang Berjalan Persaingan pelayanan operator seluler di era globalisasi sekarang yang semakin pesat membuat pihak operator PT. XL Axiata, Tbk Palembang berlomba untuk mempertahankan pelanggan yang ada serta untuk menarik minta pelanggan yang
baru. Sehingga PT. XL Axiata, Tbk Palembang merencanakan strategi untuk
memberikan fasilitas kepada SMA (sekolah menengah atas) terutama bagi pihak sekolah dalam mempermudah akses informasi akademik sekolah seperti mengetahui nilai siswa, pembayaran biaya pendidikan, dan informasi dengan membuat prototype aplikasi berbasiskan WEB dengan fasilitas SMS Gateway .

3.3 Analisis Permasalahan  

3.3.1 Identifikasi Masalah 

Hasil identifikasi masalah-masalah yang secara umum muncul dalam pengembangan sistem informasi akademik pada SMA (Sekolah Menengah Atas) dapat dilihat dengan menggunakan kerangka PIECES.  

3.3.2 Pernyataan Masalah
Berdasarkan dari hasil identifikasi masalah-masalah di atas maka dapat diperoleh tingkat prioritas dan solusi yang diusulkan untuk menyelesaikan masalah- masalah tersebut dengan menggunakan tabel pernyataan masalah   

3.4 Analisis Kebutuhan 
Tujuan dari pembuatan use case di bawah ini adalah untuk mendapatkan dan menganalisis informasi persyaratan yang cukup untuk mempersiapkan model yang mengkomunikasikan apa yang diperlukan dari perspektif pengguna, tetapi bebas dari detail spesifik tentang bagaimana sistem akan dibangun dan diimplementasikan. Berikut adalah use case esensial yang telah teridentifikasi pada sistem informasi akademik SMA (sekolah menengah atas) karena memiliki hal yang paling kritis, kompleks, dan penting terhadap waktu dan biaya.


3.5 Analisis Kelayakan 

3.5.1 Matriks Kandidat
Pada sistem kandidat terdapat 2 kandidat yang akan dipilih dimana kandidat satu adalah pengembangan sendiri akan aplikasi yang akan dibuat dengan mengikuti kebutuhan apa yang diperlukan perusahaan atau instansi yang bersangkutan. Sedangkan kandidat dua ialah membeli suatu aplikasi yang telah jadi dimana aplikasi tersebut belum tentu dapat memenuhi kebutuhan perusahan atau instansi tersebut.  

3.5.2 Kandidat Terpilih
Setelah dilakukan identifikasi kandidat dan analisis kelayakannya maka penulis merekomendasikan kepada pihak perusahan untuk dilakukan pengembangan sistem sesuai dengan solusi kandidat 1.

4. Rancangan Sistem  

4.1  Rancangan Sistem
Logis Rancangan sistem logis menggambarkan diagram aliran data (DAD) antara pelaku ( actor ) dan sistem berdasarkan penggambaran use case yang telah dibahas sebelumnya pada bab 3. Pada rancangan sistem logis, diagram aliran data yang dibahas adalah mengenai diagram konteks, diagram dekomposisi, diagram kejadian logis serta diagram sub sistem dan sistem logis.   

4.1.1  Model Proses Logis 

4.1.1.1 Diagram Konteks
Diagram konteks menggambarkan ruang lingkup suatu sistem. Diagram ini memberikan gambaran mengenai keseluruhan sistem. Diagram konteks Sistem Informasi Akademik Sekolah Menengah Atas dapat dilihat pada gambar 1 dibawah ini


4.1.1.2 Diagram Dekomposisi
Diagram dekomposisi menunjukkan fungsional top-down suatu sistem. Melalui diagram ini, dapat diketahui bagian-bagian sistem secara keseluruhan baik proses yang berhubungan dengan sistem, subsistem dan  sistem serta rincian dari masing-masing subsistem. Diagram dekomposisi untuk sistem informasi akademik pada Sekolah Menengah Atas dapat dilihat pada gambar 4.2 dibawah ini :


4.1.1.3 Diagram Kejadian Logis


4.1.2 Model Data (ERD) 
Entity Relationship Diagram merupakan diagram yang dipergunakan untuk menggambarkan hubungan antara entity dalam suatu sistem yang akan dikembangkan pada sekolah menengah atas yang ditunjukkan pada gambar 4 :


4.2  Rancangan Sistem Fisik
Rancangan sistem fisik terdiri dari model proses fisik dan model data fisik. Model proses fisik merupakan implementasi dari model proses logis. Model data fisik dijabarkan dengan menggunakan struktur data dan relasi antar tabel. 

4.2.1 Model Proses Fisik
Model proses fisik terdiri dari diagram kejadian fisik dan diagram subsistem fisik. Diagram kejadian fisik menggambarkan aliran data fisik dari setiap proses. Diagram subsistem fisik mengelompokkan setiap proses fisik berdasarkan subsistem-subsistem. 

4.2.1.1 Diagram Kejadian Fisik
Diagram aliran data fisik digunakan untuk memodelkan keputusan- keputusan teknis dan desain manusia untuk diimplementasikan sebagai bagian dari sistem informasi. Diagram tersebut mengkomunikasikan pilihan-pilihan teknis dan keputusan desain lain kepada mereka yang secara aktual akan membangun dan mengimplementasikan sistem. Dengan kata lain, diagram aliran data fisik berfungsi sebagai untuk konstruksi dan implementasi sistem. Rancangan sistem fisik menggambarkan diagram aliran data (DAD) yang memperlihatkan sistem teknologi yang digunakan, misalnya MySQL . DAD yang digambarkan sama dengan sistem logis, hanya saja pada aliran data, proses dan datastore terdapat nama teknologi yang dipakai.

4.2.2 Model Data
Setelah memodelkan proses- proses yang terjadi dalam suatu sistem, selanjutnya perlu dideskripsikan mengenai data apa saja yang mengalir dalam sistem dengan menjelaskan struktur data dan relasi antara data-data tersebut. 

4.2.2.2 Relasi Antar Tabel
Berikut hubungan relasi antar entitas pada sistem informasi akademik berbasis web untuk sma negeri oleh PT. XL Axiata, Tbk Palembang yang ditunjukkan pada gambar berikut

Gambar 6 Relasi Antar Tabel

4.3 Rancangan Program 
4.3.1 Logika Program 
4.3.1.1 State Transition Diagram (STD)
State Transition Diagram (STD) merupakan


 a. State Transition Diagram (STD Halaman Awal


4.3.2 Rancangan Antar Muka Rancangan antar muka merupakan form – form yang berisikan tampilan dari program yang akan dijalankan user.
1. Form Homepage
Form Home merupakan form yang tampil pada saat mengakses web SIAXL. 

2. Form Siswa Form siswa digunakan untuk data siswa

3.    Form Guru Form  guru digunakan untuk membuat data guru.


4.4  Rencana Implementasi
Setelah menganalisis dan mendesain sistem secara rinci, maka tahap berikutnya adalah merencanakan implementasi. Rencana implementasi dimaksudkan  terutama untuk mengatur biaya dan waktu yang dibutuhkan selama tahap implementasi sistem. 
4.4.1 Kebutuhan Perangkat Keras dan Lunak
Pada tahap implementasi sistem ini diperlukan tersedianya sarana-sarana yang mendukung sistem tersebut, seperti perangkat keras dan perangkat lunak.
a.    Perangkat Keras
Perangkat keras yang dibutuhkan oleh sistem ini menggunakan komputer. Spesifikasi komputer terdiri dari prosesor intel pentium core 2 Duo, memori 1GB, harddisk 120GB, monitor, keyboard, dan mouse.
b.    Perangkat Lunak
Perangkat lunak yang dibutuhkan oleh sistem informasi akademik ini menggunakan sistem operasi microsoft windows 7, adobe dreamweaver CS3, XAMPP control panel, dan mozilla firefox.




Isi Jurnal 2

PENDAHULUAN
Salah satu kejahatan yang paling diperhatikan di dunia saat ini adalah kejahatan terorisme dan narkoba karena dua kejahatan ini mempunyai keterikatan satu sama lain. Narkoba yang dalam hal ini adalah salah satu “tulang punggung” dari dana yang digunakan untuk membiayai aksi terorisme. Kejahatan narkoba adalah kejahatan yang dikendalikan oleh sindikat lokal maupun internasional dan untuk menangani ini diperlukan koordinasi antar penegak hukum seperti Kepolisian, Kementerian Hukum dan Ham, BNN, Bea dan Cukai, Kejaksaan, Mahkamah Agung dan lain – lain. Selain kordinasi penegak hukum di dalam negeri diperlukan juga kordinasi penegak hukum antar negara melalui Interpol. Permasalahan kordinasi ini yang paling penting saat ini, kordinasi yang dilakukan selama ini hanya menggunakan data – data yang minim sekali diantara penegak hukum di Indonesia.  Jika kita bandingkan dengan negara tetangga maka negara kita sangat jauh tertinggal mengenai data – data para narapidana, baik itu yang menyangkut kejahatan narkoba dan juga kejahatan lainnya. Selain itu terdapat juga kerjasama antar negara dalam memerangi narkoba yang dibina oleh PBB dibawah naungan UNODC (United Nations Office on Drugs and Crime). Setiap tahun setiap negara wajib melaporkan apa yang terjadi di negara masing – masing terkait kejahatan narkoba oleh lembaga atau badan yang dibuat khusus untuk mengawasi peredaran narkoba, seperti Amerika Serikat dengan Drugs Enforcement Administration (DEA), Malaysia dengan Agen Dadah Kebangsaan (ADK) dan Indonesia dengan Badan Narkotika Nasional (BNN). Setiap Negara diwajibkan mengisi form Annual Report Questionnaire (ARQ) setiap tahunnya dan juga Biennial Report Questionnaire (BRQ) setiap dua tahun untuk melaporkan perkembangan kejahatan narkoba di negara masing – masing. Data – data napi narkoba selama ini juga tidak pernah diintegrasikan dengan database importir dan exportir prekursor yang ada di dalam sistem NSW (National Single Window).
Rumusan Masalah
Selama ini data diri para narapidana maupun tahanan narkoba yang dilaporkan dari Lapas yang dilaporkan kepada Badan Narkotika Nasional dan Ditjenpas hanya berupa narasi saja dan tidak lengkap seperti tidak adanya foto maupun rumus sidik jari dan hanya beberapa data saja seperti nama, alamat dan vonis saja. Data pengunjung selama ini juga tidak pernah dilaporkan kepada Badan Narkotika Nasional maupun Ditjenpas dari Lapas tersebut.
Penggunaan sistem berbasis komputer sangat diperlukan untuk menampung data – data detail dari narapidana maupun tahanan secara lengkap dan akurat serta juga menyimpan data – data dari para pengunjung narapidana tersebut sehingga bisa membantu kinerja Badan Narkotika Nasional dalam memecahkan kasus narkoba dan bahkan bisa juga digunakan instansi lainnya dalam memecahkan kasus – kasus lainnya seperti terorisme.
Dengan memanfaatkan Teknologi Informasi (TI) melalui penggunaan Sistem Informasi yang berbasiskan komputer sebagai media pembantu dalam mendatakan para narapidana yang ada di Lapas akan sangat membantu dalam memecahkan masalah narkoba. Selain itu penggunaan teknologi informasi ini bisa diintegrasikan dengan sistem dari negara lain yang terhubung dengan Interpol sehingga jaringan – jaringan

kejahatan narkoba di seluruh dunia dapat dengan mudah diungkap. 
Batasan Masalah
Dalam melakukan pengembangan sistem informasi narapidana narkotika, ada beberapa tahap yang harus dilakukan oleh perancang sistem. Di dalam penulisan ini, penulis telah melakukan survey langsung di lapangan,

penelitian, wawancara dengan para petugas Lapas hingga tahap implementasi sistem dengan menggunakan data registrasi napi, laporan data napi dari Lapas ke Ditjenpas serta surat keputusan pengadilan yang dikeluarkan oleh Kejaksaan. Aplikasi menggunakan sistem berbasis



web menggunakan Hypertext Preprocessor (PHP) dan Mysql sebagai database-nya serta menggunakan apache sebagai web servernya. Sedangkan untuk sistem operasi menggunakan linux ubuntu versi 9.10 dengan menggunakan control panel ISPConfig untuk memudahkan administrator sistem dalam mengelola web server nya. Untuk memudahkan administrasi database menggunakan PHPMyAdmin karena sangat mudah digunakan dan berbasis web. Pemodelan sistem menggunakan Unified Modelling Language (UML) dengan Rational Rose Enterprise versi 7.0 sebagai alat bantu software dan juga Microsoft Office Visio 2003 dalam pembuatan skema jaringan dan flowchart.
Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan tesis ini adalah melakukan pengembangan sistem informasi lapas narkoba yang diharapkan dapat membantu Badan Narkotika Nasional beserta instansi penegak hukum lainnya dalam mengungkap kejahatan – kejahatan narkoba yang bersifat internasional dan lokal sehingga para penegak hukum bisa dapat saling berbagi informasi mengenai para tersangka yang selama ini telah ditangkap dan dipenjara, selain para penegak hukum yang berada di dalam negeri, sistem ini juga digunakan untuk para penegak hukum yang tergabung dalam Interpol untuk saling bertukar informasi. Karena sebagian besar saat ini narkoba dikendalikan dari dalam penjara. Selain tujuan penulisan diatas, tujuan lainnya adalah pembuatan database narapidana yang tidak hanya sistem ini digunakan untuk menangani kejahatan narkoba saja, tetapi juga digunakan untuk kejahatan – kejahatan lainnya yang berhubungan dengan transaksi narkoba seperti money laundering atau pencucian uang dan juga terorisme.
Sistem ini tidak hanya diharapkan untuk mengungkap kasus – kasus saja, tetapi juga berguna untuk membantu membantu dalam pembuatan laporan Annual Report Questionnaire (ARQ) yang harus diisi setiap tahun dan Biennial Report Questionaire (BRQ) yang harus diisi setiap dua tahun sekali yang diberikan oleh UNODC (United Nations Office on Drugs and Crime) kepada setiap badan yang mengawasi narkoba ditiap negara nya masing-masing, yang dalam hal ini BNN mewakili Indonesia. Serta sistem ini juga dapat mempermudah di dalam pelaporan kepada presiden dan masyarakat Indonesia dalam bentuk LAKIP (Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah) setiap tahunnya. Di setiap LAKIP juga disertakan berapa jumlah anggaran yang digunakan dalam suatu kegiatan, anggaran – anggaran ini bersumber dari pajak masyarakat Indonesia sehingga setiap uang yang dikeluarkan harus dipertanggung jawabkan, apakah dana yang digunakan telah benar – benar digunakan untuk menangani permasalahan narkoba di Indonesia. 
TINJAUAN PUSTAKA
Unified Modelling Language Pemodelan (modeling) ialah suatu proses di dalam merancang suatu perangkat lunak sebelum dilakukannya pengkodean (coding). Melakukan pembuatan sebuah model dari sebuah sistem yang kompleks sangatlah penting karena kita tidak dapat memahami sistem secara menyeluruh. Semakin kompleksnya sebuah sistem maka semakin pentingnya teknik pemodelan yang digunakan dalam merancang sistem tersebut.  Unified Modelling Language (UML) adalah sistem arsitektur yang menggunakan Object Oriented Analysis Design dengan menggunakan satu bahasa yang konsisten untuk menspesifisikan, memvisualisasikan, membangun, dan mendokumentasikan obyek – obyek dari sebuah sistem software untuk memodelkan bisnis dan komponennya.  Dengan menggunakan UML dapat membantu tim dari sebuah proyek untuk berkomunikasi, memeriksa potensi rancangannya dan menyetujui arsitektur rancangan dari proyek software tersebut.
Unified Modeling Language (UML) mempunyai beberapa tujuan, yaitu :
1. Memberikan model yang siap pakai, bahasa pemodelan visual yang ekspresif untuk mengembangkan dan saling menukar model dengan mudah dan dimengerti secara umum.
2. Memberikan bahasa pemodelan yang bebas dari berbagai bahasa pemrograman dan proses rekayasa.
3. Menyatukan praktek-praktek terbaik yang terdapat dalam permodelan.
Rational Rose 
Dalam melakukan suatu rancangan sistem berbasis computer, langkah awal yang penting dilakukan adalah membuat analisis sistem berupa diagram. Hal ini bertujuan agar si programmer nantinya tidak mengalami kesulitan. Simbol-simbol diagram UML yang digunakan dalam penulisan tesis ini dibuat dengan menggunakan Software Rational Rose Enterprise Versi 7 Perangkat Teknologi yang Digunakan  Untuk membangun aplikasi Sistem Informasi Lapas Narkoba yang berbasiskan web diperlukan beberapa sumber daya yang salah satu diantaranya adalah perangkat dari teknologi itu sendiri. Untuk membangun Sistem Informasi Lapas Narkoba, teknologi aplikasi yang digunakan berbasiskan open source untuk mendukung gerakan IGOS (Indonesia Goes Open Source) yang dicanangkan pemerintah. Adapun perangkat teknologi yang digunakan dalam pembangunan aplikasi Sistem Informasi Lapas Narkoba berbasis web.
Sistem Jaringan Sistem Informasi Lapas Narkoba Di dalam jaringan komputer sistem informasi lapas narkoba untuk setiap kementerian atau lembaga terhubung menggunakan teknologi VPN IP yang menggunakan metode site to site VPN sehingga kecepatan menjadi prioritas utama. Sedangkan untuk hubungan dari lapas – lapas ke server pusat hanya menggunakan ADSL saja dan menggunakan metode remote access VPN, penggunaan ini lebih mura dari segi biaya tetapi kecepatan akses lebih sedikit. 



Pengertian Firewall
Firewall adalah teknologi pengamanan yang digunakan saat ini untuk “menyaring” aktifitas yang masuk atau keluar ke dalam sistem. Firewall dibagi kedalam dua macam yaitu yang bekerja di network layer dan yang bekerja di application layer. Untuk firewall yang bekerja di network layer, proses firewall adalah membuka atau menutup port dan juga membuat DMZ (Demiliterized Zone) sehingga sistem yang digunakan di dalam firewall bisa menggunakan IP local untuk bisa melakukan transaksi di internet, sedangkan IP public nya diletakkan di dalam firewall untuk mengelabui para cracker jika sewaktu-waktu sistem itu diserang. Teknologi firewall yang digunakan adalah iptables dan sudah termasuk di dalam sistem operasi linux. Sedangkan untuk firewall yang bekerja di application layer menggunakan mod_security modul yang ada di apache web server. 
Pengertian Remote Access VPN Remote access VPN adalah proses autentifikasi Virtual Private Network (VPN) dengan menggunakan kunci digital yang diletakkan di dalam komputer / PC dan kunci digital itu dibuat oleh remote access VPN server. Untuk melakukan otentifikasi setiap kali sebuah client melakukan transaksi, kunci digital akan dicocokkan oleh server apakah dia boleh masuk ke dalam jaringan di dalam atau tidak. Teknologi remote access VPN yang digunakan adalah menggunakan OpenVPN. 
Pengertian Web Server 
Web Server merupakan sebuah perangkat lunak yang bertugas menerima permintaan client melalui port HTTP maupun HTTPS dan merubah isi yang ada ke dalam format HTML. Terdapat beberapa format selain HTML yaitu PHP atau ASP, tetapi format – format tersebut hanyalah berfungsi untuk menghubungkan HTML dengan database. Web server saat ini di dominasi oleh Apache yang berbasiskan open source dan sudah sangat mudah untuk diinstall. Banyak aplikasi yang sudah menggabungkan Apache dengan modul – modul lain seperti PHP dan Mysql, baik itu yang berbasiskan Windows maupun Linux. Aplikasi gabungan itu antara lain adalah XAMPP.
METODE PENELITIAN
Sistem yang selama ini berjalan dari laporan data narapidana narkotika di Lembaga Pemasyarakatan.
  Sistem pelaporan selama ini dari Lembaga Pemasyarakatan ke Direktorat Pembinaan Khusus Narkotika adalah menggunakan form yang sudah standar, tetapi di dalam form tersebut data – data tidak bisa dipakai untuk proses penyelidikan lebih lanjut, contoh data yang sangat dibutuhkan untuk penyelidikan lebih lanjut adalah foto dan sidik jari yang selama ini dibuat di dalam laporan polisi hanyalah berupa rumus saja dan bukan berbentuk image, selain itu juga data – data pengunjung yang datang. Kenapa data pengunjung sangat penting, karena selama ini diindikasikan narkoba paling „aman‟ dikendalikan dari dalam penjara itu sendiri. 
HASIL DAN PEMBAHASAN
Spesifikasi Kebutuhan Sistem  Prosedur administrasi narapidana atau tahanan di Lembaga Pemasyarakatan saat ini masih bersifat manual dan dikelola oleh bagian registrasi dengan menerima dokumen dari pengadilan yang di dalamnya berisi dokumen SP21 dari kejaksaan dan juga dokument putusan pengadilan. Data – data dimasukkan ke dalam buku laporan bagian registrasi, setelah itu laporan dikirimkan ke Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Data yang dikirimkan bukan hanya narapidana yang masuk atau keluar saja, tetapi juga narapidana yang mutasi ke Lembaga Pemasyarakatan lain.


Analisis Sistem
Berjalan Analisis Prosedur Berdasarkan hasil penelitian, prosedur administrasi data narapidana belum berjalan dengan baik.
Pencatatan / pengarsipan data narapidana masih menggunakan sistem manual dan tidak terintegrasi, sedangkan satu lapas rata – rata mempunyai narapidana berjumlah lebih dari lima ratus orang yang sebagian besar dihuni oleh narapidana kasus narkoba. Data yang dimasukkan selama ini hanyalah berupa data –

data seperti nama, alamat, foto, dan lain – lain, tetapi data – data yang krusial seperti rumus sidik jari tidak ada, sidik jari hanya di cap saja tetapi tidak dirumuskan, bahkan beberapa lapas sama sekali tidak memasukkan data sidik jari sama sekali baik itu foto sidik jari maupun rumusnya.
Data – data yang selama ini ada sama sekali tidak mencatat pengunjung, pengunjung hanya dicatat di dalam sebuah buku biasa dan data pengunjung ini tidak diintegrasikan dengan data napi tersebut.

Analisis Basis Data
Sumber data narapidana dan juga data pengunjung serta data mengenai foto dan sidik jari. Sumber data yang harus diperhatikan secara berkala adalah data pengunjung, yang berada di bagian registrasi pengunjung narapidana dan diteruskan kepada bagian registrasi dan akhirnya data menuju ke Kepala Lembaga Pemasyarakatan. 
 Beberapa field yang ada di data narapidana yang sering simpang-siur adalah mengenai data alamat di KTP, dikarenakan sistem kependudukan di Indonesia yang masih belum benar sehingga satu orang bisa mempunyai banyak KTP, selain itu juga pengunjung dengan data – data yang diambil dari KTP pengunjung yang tidak terintegrasi dengan data kependudukan di Indonesia yang bisa menyatakan bahwa alamat pengunjung itu benar atau tidaknya.
Actor Paket actor berisi orang-orang atau organisasi yang terlibat dalam sistem. Pengguna sistem dibagi menjadi 3 yaitu Admin, User dan Petugas.  Admin disini adalah Puslitbang dan Info BNN yang bertugas memasukkan data – data pengguna dan juga melakukan pengeditan data pengguna serta menghapus data pengguna, admin juga dapat melakukan seluruh aktifitas di dalam sistem.  Untuk User dalam hal ini adalah para petugas dari Lembaga Pemasyarakatan yang bertugas mengentri, mengedit dan bahkan menghapus data jika diperlukan. Selain fitur input, edit dan hapus user juga dapat memanfaatkan fasilitas cari data dan data statistik. untuk user juga bisa memanfaatkan fitur cari data dan data statistik yang ditujukan untuk direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Ham. Terakhir adalah petugas, disini yang dimakud petugas adalah aparat penegak hukum yang langsung turun dalam penyidikan dan penyelidikan kasus narkoba. Penyidik disini adalah penyidik polri dan PPNS (Penyidik Pegawai Negeri Sipil) seperti Kejaksaan, Bea Cukai dan Imigrasi. Fitur yang bisa digunakan juga hanya cari data napi dan data statistik karena para penyidik ini akan dibantu sewaktu proses penyidikan dan penyelidikan. Untuk input data, edit data dan juga hapus data pengguna petugas tidak diinjinkan untuk melakukan terhadap data para narapidana narkoba. 
Use-Case Sistem Informasi
Lapas Narkoba Terdapat beberapa kegiatan yang berkaitan di dalam sistem informasi lapas narkoba adalah login, sistem admin, sistem user dan sistem petugas.



Isi Jurnal 3
Pendahuluan
1.1  Latar Belakang
Salah satu perbedaan antara zaman dahulu dengan zaman sekarang yaitu dalam kefektivitasan dan keefisienan dalam melakukan segala aktivitas, contohnya seperti halnya dalam pengolahan data dan dalam pengambilan keputusan untuk menyelesaikan suatu persoalan. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah menemukan sebuah peralatan elektronik yang memenuhi kebutuhan manusia dalam pengolahan dan pengarsipan data yang kita sebut dengan perangkat komputer. Pengolahan data untuk menghasilkan informasi secara cepat dan tepat penggunaan komputer sangat menguntungkan, terutama untuk pengolahan data yang berulang- ulang, sehingga dapat menekan biaya pengoperasikan serta waktu proses yang relatif pendek.  Salah satu pekerjaan manusia yang membutuhkan bantuan komputer adalah kegiatan dalam pengelolaan data rawat-inap pada rumah sakit, yang pada saat ini kebanyakan user masih melakukan secara manual, memanfaatkan peralatan yang kuno dan tidak akurat dalam  menciptakan sebuah keputusan.  Apabila informasi diterima tidak akurat, maka proses rawat-inap pasien pada rumah sakit kurang lancar dan bisa berakibat pada ketidakpuasan para pasien. Saat ini pengolahan data rumah sakit masih dilakukan secara manual oleh karena itu dicoba membuat
sistem pengolahan database Rawat-Inap pada Rumah Sakit Umum Aisyiyah Padang, dengan menggunakan komputer diharapkan dapat
membantu Bagian Administrasi dalam pengolahan data-data yang berhubungan dengan kegiatan rawat-inap. Bila hal tersebut diatas dapat dilaksanakan dan dikembangkan secara efisien, maka perkembangan serta kemajuan akan tercapai dengan baik. Namun demikian semua itu terkendali dalam pengolahan data yang sistematis, cepat dan akurat. Berdasarkan uraian diatas dan didorong oleh keinginan untuk mengangkat masalah ini pada sebuah penelitian. Sedangkan manfaat yang diharapkan dari program ini antara lain :
· Membantu rumah sakit umum aisyiyah padang dalam  pengolahan data rawat-inap
 · Memudahkan kerja bagian administrasi dari rumah sakit umum aisyiyah dalam melakukan pekerjaannya
· Memberikan informasi yang cepat dan akurat kepada pengguna system informasi. 
1.2  Ruang Lingkup
Penelitian Penelitian ini dibatasi pada masalah yang terbatas hanya pada hal-hal yang berkaitan dengan sistem rawat inap Rumah Sakit Umum ‘Aisyiyah Padang khususnya dalam pengelolaan data pasien, data kamar, pasien-masuk, pasien keluar, data dokter dan pada pembuatan sistem tersebut penulis terfokus pada penggunaan database MySQL. 
2. Tinjauan Pustaka
2.1 Definisi Sistem Informasi
 “Sistem Informasi (SI) adalah kombinasi dari teknologi informasi dan aktivitas orang yang menggunakan teknologi itu untuk mendukung operasi dan manajemen. Dalam arti yang sangat luas, istilah sistem informasi yang sering digunakan merujuk kepada interaksi antara orang, proses algoritmik, data, dan teknologi. Dalam pengertian ini, istilah ini digunakan untuk merujuk tidak hanya pada penggunaan
organisasi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), tetapi juga untuk cara di mana orang berinteraksi dengan teknologi ini dalam mendukung proses bisnis” (Kroenke, D M. (2008).
2.2 Komponen Sistem Informasi Sistem informasi terdiri dari komponen-kompponen yang disebut dengan istilah blok bangunan (Building Block), dimana masing-masing blok ini saling berintegrasi satu sama lainya membentuk satu kesatuan untuk mencapai tujuannya. Adapun blok-blok tersebut adalah sebagai berikut : 
1. Blok masukan (Input Blok)
Meliputi metode-metode dan media untuk menangkap data yang akan dimasukan, dapat berupa dokumen-dokumen dasar.
2. Blok Model (Model Block) Terdiri dari kombinasi prosedur, logika dan model matematik yang berfungsi memanipulasi data untuk keluaran tertentu.
3. Blok Keluaran (Output Block) Berupa keluaran dokumen dan informasi yang berkualitas
4. Blok Teknologi
Untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran serta membantu pengendalian dari sistem secara keseluruhan.
5. Blok Basis Data (Database Block) Merupakan kumpulan data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan didalam perangkat keras komputer dan perangkat lunak untuk memanipulasi.
6. Blok Kendali (Controls Block) Meliputi masalah pengendalian yang berfungsi mencegah dan menangani kesalahan atau kegagalan sistem.
2.3 PHP
PHP (Hypertext Preprocessor) adalah bahasa skrip yang dapat ditanamkan atau disisipkan ke dalam HTML. PHP banyak dipakai untuk memrogram situs web dinamis. PHP dapat digunakan untuk membangun sebuah CMS.
Pada awalnya PHP merupakan kependekan dari Personal Home Page (Situs personal). PHP pertama kali dibuat oleh Rasmus Lerdorf pada tahun 1995. Pada waktu itu PHP masih bernama Form Interpreted (FI), yang wujudnya berupa sekumpulan skrip yang digunakan untuk mengolah data formulir dari web. Selanjutnya Rasmus merilis kode sumber tersebut untuk umum dan menamakannya PHP/FI. Dengan perilisan kode sumber ini menjadi sumber terbuka, maka banyak pemrogram yang tertarik untuk ikut mengembangkan PHP. 
Contoh Program:
Program Hello World
Program Hello World yang ditulis menggunakan PHP adalah sebagai berikut:
<?php      echo "Hello World"; ?> 
Koneksi PHP dengan Database :
1. Jika koneksi ke database berhasil, perlu memilih database.
2. Perintah untuk memilih database:  mysql_select_db(data_base,pengenal_hu bungan) dimana :  data_base = nama database pengenal_hubungan = nama pengenal yang digunakan dalam koneksi  
2.4 MySQL
MySQL (bisa dibaca dengan mai-es-ki-el atau bisa juga mai-se-kuel) adalah suatu perangkat lunak database relasi (Relational Database Management System atau DBMS), seperti halnya ORACLE, POSTGRESQL, MSSQL, dan sebagainya. SQL merupakan singkatan dari Structure Query Language, didefinisikan sebagai suatu sintaks perintah-perintah tertentu atau bahasa program yang digunakan untuk mengelola suatu database. Jadi MySQL adalah softwarenya dan SQL adalah bahasa perintahnya.
Perintah-Perintah MySQL 
Query dikirimkan ke database dalam bentuk SQL Query Beberapa perintah yang umum digunakan adalah sebagai berkut: a. CREATE : Untuk membuat tabel baru
CREATE TABLE <NAMA TABLE>     (<NAMA KOLOM> <TIPE>,      <NAMA KOLOM> <TIPE>,
..........................................
PRIMARY KEY (<NAMA KOLOM>)      FOREIGN KEY (<NAMA KOLOM>)      REFERENCES <NAMA_TABLE> (<NAMA KOLOM>))
b. SELECT : Untuk mengambil record dari database yang memenuhi  kriteria tertentu    
 SELECT <NAMA KOLOM>,        <NAMA KOLOM>,      
   . . .       
FROM <NAMA  TABEL>       WHERE <KONDISI>
c. INSERT : Untuk menambah record ke dalam suatu table     
INSERT INTO <NAMA TABEL>                 (<NAMA KOLOM>,                  <NAMA KOLOM> ) VALUES (<NILAI KOLOM>, <NILAI KOLOM>, . . .)
d. UPDATE : Untuk merubah isi record tertentu pada suatu table     
UPDATE <NAMA TABEL> SET (<NAMA KOLOM> = <NILAI KOLOM>,<NAMA KOLOM> = <NILAI KOLOM>,   . . . )  WHERE <KONDISI>
e. DELETE : Untuk menghapus record pada suatu table     
DELETE FROM <NAMA TABEL> WHERE <KONDISI>
f. DROP : Untuk menghapus sebuah table
DROP <NAMA TABEL> 
3. Analisa dan Hasil
3.1 Analisa Sistem
Yang Sedang Berjalan Analisa sistem dilakukan untuk mengetahui dan menentukan masalah yang sedang dihadapi oleh sistem yang akan diterapkan sangat penting untuk di analisa karena merupakan dasar dalam merencanakan dan merancang sistem yang baru, di mana sistem yang lama akan dijadikan perbandingan terhadap sistem baru yang akan diterapkan. Sistem yang ada pada RSU ‘Aisyiyah Padang sebelumnya sudah menggunakan komputerisasi, tetapi hanya terbatas pada sistem pembayarannya dan selebihnya masih menggunakan proses secara manual. Sehingga pihak rumah sakit sering keliru dalam pengolahan data pasien. Dari hasil penelitian yang telah penulis lakukan pada RSU ‘Aisyiyah Padang sistem yang ada masih memiliki kelemahan seperti: dalam melakukan pencekan kamar kosong dan penjadwalan dokter. 
3.2       Desain Sistem Baru
Berdasarkan kelemahan sistem yang ada pada sistem yang sedang berjalan tersebut perlu dilakukan pengembangan terhadap sistem yang ada. Diharapkan dengan sistem yang baru ini dapat manghasilkan laporan (output) atau informasi yang lebih berkulitas dan tepat waktu serta akurat. 
3.2.1 Entity Relationship Diagram Hubungan antar entity dimana untuk menghubungkan entity tersebut digunakan keyfield (primary key atribut) dari masing- masing entity. Entity Relation Diagram digunakan sebagai penterjemah dari  model dunia nyata yaitu data yang belum tersruktur secara nyata terkait dalam sebuah lingkup topik yang sedang ditinjau. Dimana data tersebut mengandung arti sebagai suatu kejadian nyata yang terjadi pada suatu waktu tertentu. Untuk mendapatkan suatu informasi maka data tersebut terlebih dahulu harus mengalami proses pengolahan.


3.2.2 Struktur Program Struktur program merupakan tampilan pada layar yang menunjukkan bagian-bagian dari program yang akan dikerjakan. Pada menu utama terdapat bebeapa pilihan atau proses yang mempunyai kegiatan sendiri yang harus dikerjakan. Adapun struktur program dari perancangan menu utama dapat dilihat pada Gambar 2.



4. Implementasi dan Pengujian
4.1 Implementasi pada Sistem yang Telah Dibuat 
Home Page adalah halaman antar- muka yang pertama kali muncul saat alamat situs diakses. Di dalam halaman ini terdapat fitur-fitur yang dapat diakses secara global, maksudnya siapapun dapat melihat informasi yang disediakan. Tampilan halamannya terlihat pada Gambar 3.




Jika kita login sebagai “labor” maka Login As-nya “Laboratorium, jika sebagai “apotek” maka Login As-nya “Apoteker”, jika sebagai “admin” maka Login As-nya “Administrasi”. Bagi Labor dan Apotek hanya tampil menu “ Entry” dan “Informasi”. Berikut
adalah halaman yang muncul bila menu-menu tersebut diaktifkan: Untuk pengentrian pasien, tampilannya akan terlihat seperti yang tergambar pada Gambar 4:


Jika “Add” di klik maka tampilan akan berubah seperti gambar 5 :


Namun jika “ ” di klik maka tombol “Simpan” akan berubah menjadi tombol “Ubah”, dan jika terdapat maka data akan terhapus dari database.
 Begitu juga tampilan entry dokter dan kamar. Berikut Tampilan Laporan Kwitansi Pembayaran, yang diperoleh dari data rawat- inap pasien yang bersangkutan.












Kesimpulan

Review dari ketiga jurnal di atas adalah Ketiga jurnal tersebut mempunyai kesamaaan tema yaitu menggunakan pemrograman PHP. Yang membedakan adalah programnya. Jurnal 1 yaitu program membuat Fasilitas Sistem Informasi Akademik berbasis web untuk SMA Negeri di Palembang. Semakin cepat perkembangan teknologi dan informasi, dan tingginya persaingan dalam dunia kerja, yang membuat kita harus selalu mengikuti perkembangan teknologi dan informasi. Karena perkembangan zaman pula, maka teknologi dan informasi menjadi sangatlah penting bagi kita semua.  Apalagi di dunia pendidikan, kita tidak boleh tertinggal perkembangan teknologi dan informasi. Dalam membuat program ini, konsep sistem informasinya menerapkan komponen TI yaitu Hardware, Software dan Brainware. Sedangkan komponen Sistem Informasi adalah Hardware, Software, Database, Brainware,   Seperti yang kita ketahui, Hardware yaitu perangkat keras yang mencakup Komputer, CPU, Mouse, Keyboard, Harddisk dan lain sebagainya. Sedangkan Software adalah perangkat lunak yang terdiri dari aplikasi / program komputer yang memfungsikan Hardware. Dan yang terakhir, Brainware yaitu pengguna / user.  Dengan adanya sistem informasi akademik berbasis web ini, SMA Negeri lebih mudah dalam memberikan informasi akademik sekolah.
Selain itu, Sistem informasi akademik berbasis website dapat membantu sekolah dalam menyebarkan informasi kegiatan belajar mengajar serta pemantauan terhadap kemajuan hasil belajar oleh pihak sekolah yang bisa diakses kapan saja dan dimana saja melalui daring (on line). Sistem ini pun juga menggunakan koneksi antara PHP dengan database menggunakan MYSQL. Mysql yang sering digunakan oleh berbagai kalangan. Mysql sangat cocok diaplikasikan dengan PHP. Karena dengan menggunakan PHP program tersebut telah terbukti kehandalannya dalam menangani permintaan data. Selain itu, sistem ini juga di dukung oleh PT. XL Axiata, Tbk. Palembang. Provider ini sangat banyak penggunanya. Karena pihak operator PT. XL Axiata, Tbk Palembang berlomba untuk mempertahankan pelanggan yang ada serta untuk menarik minta pelanggan yang baru dan menjanjikan kecepatan internet yang cepat. Rancangan sistem informasi akademik  menggambarkan diagram aliran data (DAD) antara pelaku ( actor ) dan sistem berdasarkan penggambaran use case Pada rancangan sistem logis, diagram aliran data yang dibahas adalah mengenai diagram konteks, diagram dekomposisi, diagram kejadian logis serta diagram sub sistem dan sistem logis.  Diagram konteks memberikan gambaran mengenai keseluruhan sistem informasi akademik di SMA Negeri. Melalui diagram dekomposisi, dapat diketahui bagian-bagian sistem secara keseluruhan baik proses yang berhubungan dengan sistem, subsistem dan  sistem serta rincian dari masing-masing subsistem. Diagram Kejadian Logis menggambarkan kejadian sub sistem dan sistem yang dapat dilihat secara logis. Selain itu, sistem ini menggunakan Entity Relationship Diagram merupakan diagram yang dipergunakan untuk menggambarkan hubungan antara entity dalam suatu sistem yang akan dikembangkan pada sekolah menengah atas dan State Transition Diagram (STD) merupakan diagram yang menjelaskan secara rinci langkah – langkah dari proses program, seperti tahap tahap login. Rancangan sistem fisik menggambarkan diagram aliran data (DAD) yang memperlihatkan sistem teknologi yang digunakan, misalnya MySQL. DAD yang digambarkan sama dengan sistem logis, hanya saja pada aliran data, proses dan datastore terdapat nama teknologi yang dipakai. Rancangan antar muka merupakan form – form yang berisikan tampilan dari program yang akan dijalankan user. Seperti contohnya form HomePage, form ini akan tampil pada saat kita mengakses web, sedangkan form guru akan tampil setelah kita membuat data guru. Begitu pun dengan form siswa, akan tampil setelah kita membuat data siswa. Dari isi jurnal yang kedua membahas tentang pengembangan sistem informasi lapas narkoba untuk menunjang pengungkapan kasus narkoba di lembaga pemasyarakatan. Dari judul jurnal yang kedua, menurut pendapat saya, sangat bagus dalam mengangkat judul tersebut karena sekarang ini sangat merajalela kasus narkoba. Pelakunya pun dari berbagai kalangan, baik dari orang biasa sampai pejabat tinggi pun terlibat dalam penyeludupan maupun pengguna narkoba. Sungguh sangat miris. Oleh karena itu, Dengan memanfaatkan Teknologi Informasi (TI) melalui penggunaan Sistem Informasi yang berbasiskan komputer sebagai media pembantu dalam mendatakan para narapidana yang ada di Lapas akan diharapkan sangat membantu dalam memecahkan masalah narkoba. Selain itu penggunaan teknologi informasi ini bisa diintegrasikan dengan sistem dari negara lain yang terhubung dengan Interpol sehingga jaringan – jaringan kejahatan narkoba di seluruh dunia dapat dengan mudah diungkap.  Dalam pembuatan program, Aplikasi menggunakan sistem berbasis web menggunakan Hypertext Preprocessor (PHP) dan Mysql sebagai database-nya serta menggunakan apache sebagai web servernya. Karena untuk membuat suatu sistem, memang sangat cocok koneksi antara PHP dan Mysql.  Sedangkan untuk sistem operasi menggunakan linux ubuntu versi 9.10 dengan menggunakan control panel ISPConfig untuk memudahkan administrator sistem dalam mengelola web server nya. Untuk memudahkan administrasi database menggunakan PHPMyAdmin karena sangat mudah digunakan dan berbasis web. Pemodelan sistem menggunakan Unified Modelling Language (UML) dengan Rational Rose Enterprise versi 7.0 sebagai alat bantu software dan juga Microsoft Office Visio 2003 dalam pembuatan skema jaringan dan flowchart. Penggunaan Unified Modelling Language (UML) adalah untuk menspesifisikan, memvisualisasikan, membangun, dan mendokumentasikan obyek – obyek dari sebuah sistem software untuk memodelkan bisnis dan komponennya. UML juga dapat membantu tim dari sebuah proyek untuk berkomunikasi, memeriksa potensi rancangannya dan menyetujui arsitektur rancangan dari proyek software tersebut.  Untuk membangun aplikasi Sistem Informasi Lapas Narkoba yang berbasiskan web diperlukan beberapa sumber daya yang salah satu diantaranya adalah perangkat dari teknologi itu sendiri. Untuk membangun Sistem Informasi Lapas Narkoba, teknologi aplikasi yang digunakan berbasiskan open source untuk mendukung gerakan IGOS (Indonesia Goes Open Source) yang dicanangkan pemerintah. Adapun perangkat teknologi yang digunakan dalam pembangunan aplikasi Sistem Informasi Lapas Narkoba berbasis web, seperti contohnya menggunakan aplikasi UML yang mempunyai tujuan untuk  memberikan bahasa pemodelan yang bebas dari berbagai bahasa pemrograman dan proses rekayasa dalam sistem informasi Lapas Narkoba berbasis web ini. Selain UML, terdapat juga teknologi pengamanan yang berfungsi sebagai penyaring (filter) atau penghalang yang membatasi data yang mengalir dalam suatu jejaring dan internet. Prosedur administrasi narapidana atau tahanan di Lembaga Pemasyarakatan saat ini masih bersifat manual dan dikelola oleh bagian registrasi dengan menerima dokumen dari pengadilan yang di dalamnya berisi dokumen SP21 dari kejaksaan dan juga dokument putusan pengadilan. Data – data dimasukkan ke dalam buku laporan bagian registrasi, setelah itu laporan dikirimkan ke Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Data yang dikirimkan bukan hanya narapidana yang masuk atau keluar saja, tetapi juga narapidana yang mutasi ke Lembaga Pemasyarakatan lain. Dengan dibuatnya sistem berbasis web ini, sangat berguna untuk membantu pihak / lembaga yang menangangi kasus narkoba di Indonesia dan dapat digunakan oleh BNN (Badan Narkotika Nasional) untuk mengungkap lebih banyak kasus – kasus narkoba dan juga institusi – institusi lainnya yang juga berkepentingan dalam pengungkapan kasus – kasus narkoba. Salah satunya penyeludupan narkoba yang dilakukan oleh WNA ( Warga Negara Asing). Keuntungan yang didapat dari dibuatkannya sistem informasi lapas narkoba adalah diharapkan akan lebih banyak mengungkap kejahatan – kejahatan narkoba, terutama yang dikendalikan juga dapat membantu mengungkap kejahatan – kejahatan lainnya seperti terorisme yang dananya berasal dari perdagangan narkoba dan juga money laundering yang dananya berasal dari kejahatan narkoba.  Dan tentunya juga dapat mempermudah para penyidik polri atau PPNS (penyidik pegawai negeri sipil) dalam mengungkap kasus narkoba. Selain itu, mudah memberikan laporan tahunan kepada PBB yang rutin harus dibuat kepada UNODC (United Nations Office on Drugs and Crime) tentang kejahatan – kejahatan narkoba yang ada di Indonesia. 
Laporan tahunan kepada presiden dari BNN maupun institusi lainnya tentang kejahatan narkoba yang dikemas dalam bentuk LAKIP (Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah) bisa langsung dibuat dengan cepat dan mudah.
Berdasarkan jurnal yang ketiga, menurut pendapat saya adalah sangat membantu, karena salah satu pekerjaan manusia yang membutuhkan bantuan komputer adalah kegiatan dalam pengelolaan data rawat-inap pada rumah sakit, yang pada saat ini kebanyakan pengguna masih melakukan secara manual, memanfaatkan peralatan yang kuno dan tidak akurat dalam  menciptakan sebuah keputusan.  Apabila informasi diterima tidak akurat, maka proses rawat-inap pasien pada rumah sakit kurang lancar dan bisa berakibat pada ketidakpuasan para pasien. Saat ini pengolahan data rumah sakit masih dilakukan secara manual oleh karena itu dibuatlah sistem pengolahan database Rawat-Inap pada Rumah Sakit Umum Aisyiyah Padang, dengan menggunakan komputer / berbasis web diharapkan dapat membantu Bagian Administrasi dalam pengolahan data - data yang berhubungan dengan kegiatan rawat-inap. Sistem ini menggunakan bahasa pemrograman PHP dan databasenya menggunakan aplikasi Mysql. Dalam sistem ini, juga menggunakan UML salah satunya Entity Relation Diagram digunakan sebagai penterjemah dari  model dunia nyata yaitu data yang belum tersruktur secara nyata terkait dalam sebuah lingkup topik yang sedang ditinjau. Dalam sistem ini juga terbagi menjadi beberapa form yaitu form untuk laboratorium, apoteker dan administrasi. Jika pada tampilan laboratorium dan apoteker hanya terdapat tampilan menu entry dan informasi. Sistem yang ada pada RSU ‘Aisyiyah Padang sebelumnya sudah menggunakan komputerisasi,tetapi hanya terbatas pada sistem pembayarannya dan selebihnya masih menggunakan proses secara manual. Sehingga pihak rumah sakit sering keliru dalam pengolahan data pasien. Dengan diterapkan Sistem Informasi berbasis web untuk pelayanan pasien rawat-inap memungkinkan bagian-bagian yang terlibat dapat melakukan proses administrasi dan aktifitas lainnya dengan mudah dan cepat. Dari ketiga jurnal memiliki persamaan yaitu sama sama memakai bahasa pemrograman PHP dan databasenya menggunakan Mysql serta pemodelan sistemnya menggunakan UML. Dan sama sama membuat sistem informasi berbasis web, yang bertujuan untuk mempermudah memperkenalkan ke masyarakat. Dan sangat membantu juga semua pihak. Jadi, bahasa pemrograman PHP sangat berguna untuk membuat suatu sistem dan banyak dipakai untuk memprogram situs web yang bersifat dinamis  sehingga maintenance situs web tersebut menjadi lebih mudah dan efisien. Bahasa Pemrograman PHP dapat digunakan untuk membangun sebuah CMS. Selain itu, PHP juga bersifat open source yang dapat dikembangkan oleh siapa saja. Jadi, pada intinya dari ketiga jurnal ini menggunakan bahasa pemrograman PHP agar tercipta situs web yang bersifat dinamis, untuk membuat databasenya menggunakan Mysql, serta menggunakan apache sebagai web servernya. Dan untuk melakukan pembuatan sebuah model dari sebuah sistem yang kompleks menggunakan aplikasi UML dan berbagai aplikasi lainnya yang dapat membantu terbangunnya sebuah CMS dari ketiga jurnal. 

Daftar Pustaka
[1] Hakim, Lukman. 2000.
Membongkar Trik Rekayasa Master
PHP. Yogyakarta : Lokopedia.

[2] Handoyo, Eko, dkk. 2008. Aplikasi
Sistem Informasi Rumah Sakit
Berbasis Web pada Sub-Sistem
Farmasi Menggunakan Framework
Prado. Semarang

[3] Jogiyanto HM. 1999. Analisa &
Disain Sistem informasi: pendekatan
terstruktur teori dan praktek aplikasi
bisnis, Ed. II. Yogyakarta : Andi Offset.

[4] Jogianto HM. 2002. Sistem
Teknologi Informasi. Yogyakarta : Andi
Offset.

[5] Limbong, Judianto. 2010.
Pengembangan Sistem Informasi
Rawat Inap Pelayanan Penyakit
Dalam Guna Mendukung Keputusan
Manajemen pelayanan di RSUD dr H
Soemarno Sosroadmojo Bulungan
Kalimantan Timur. Semarang

[6] Nugroho, Bunafit. 2003. Membuat
Website sendiri dengan PHP-MySQL.
Jakarta : Yayasan Obor Indonesia.

[7] Oetomo, Budi Sutedjo Dharma.
2002. Konsep & Aplikasi Pemograman
Client-Server dan Sistem Terdistribusi.
Yogyakarta : Andi Offset

[8] Prasetyo, Didik Dwi. 2002.
Administrasi Database Server MySQL.
Jakarta : Andi Offset

[9] Peranginangin, Kasman. 2009.
Aplikasi Web dengan PHP dan
MySQL. Yogyakarta : Andi Offset

[10] Sutarno NS, M.Si. 2003.
Perpustakaan dan Masyarakat.
Jakarta : Yayasan Obor Indonesia.

[11] Suparno, Willy Bayuardi. 2008.
Pemrograman PHP dan MySQL.Bandung.

[12] Setiawan, David. 2011.
Analisis dan Perancangan
Sistem Informasi Rumah Sakit
Rawat-Inap di Puskesmas
Grabag I Kabupaten Magelang.
Magelang.
Php Tutorial, 2008,
(HTML Format, 2 Oktober 2008
http://java.sun.com/docs/books/tutorial
) LookAndFeel Fredom From Berpacu
Dalam Ridho Ilahi, 2008,
(HTML Format, 2 February
2008, http://www.BerpacuDalamRidho
Ilahi.Blogspot.com/LookAndFeel/Tutori
al 35 Bekerja Dengan Swing, 2008, (PDF Format, 15 Oktober 2008,
http://www.ilmukomputer.com/salamKadilanApp/download)
Apress,.The.Definitive.Guide.to.iRepor
t.(2007).BBL.[1590599284]
http://ireport.surceforge.net/

[13] Na’am, Jufriadif. 2007.
Komunikasi Data dan Jaringan
Komputer. Padang Kumpulan Artikel
www.pdspatklin.or.id

Komentar

Postingan Populer