Tugas Softskill
Review Jurnal tentang PHP
Asri Safirannisa (51413445)
Universitas Gunadarma
PENDAHULUAN
Semakin cepatnya perkembangan teknologi dan tingginya tingkat persaingan
dalam dunia usaha, merupakan sebuah tantangan yang harus dihadapi oleh semua
pihak, terutama dalam dunia industri telekomunikasi yang tidak bisa lepas dari
teknologi informasi. Perubahan serta perkembangan yang sudah dicapai seperti
otomatisasi dan komputerisasi telah sedemikian cepatnya dan menuntut kalangan
industri serta para praktisi yang berkecimpung di dalamnya untuk lebih siap
menghadapi kemajuan yang ada. Pada dunia pendidikan, khususnya STMIK GI MDP,
sistem informasi (SI) digunakan dalam meningkatkan kualitas dan kemampuan
mahasiswa dalam menghadapi persaingan globalisasi. Sebagai Agent of Change
untuk itu perlu adanya pembekalan ilmu berupa teori dan praktik, pembekalan
ilmu yang berupa praktik tersebut dapat dilakukan di luar lingkungan kampus
STMIK GI MDP. Untuk itu, sebagai salah satu upaya yang ditempuh Perguruan
Tinggi untuk mengantisipasi permasalahan di atas adalah dengan mewajibkan
setiap mahasiswanya untuk mengikuti Program Skripsi di suatu lembaga,
instansi atau perusahaan, baik pemerintah maupun swasta, yang sesuai dengan
disiplin ilmu yang ditekuninya. Dengan kerja praktik pada perusahaan-perusahaan
atau instansi tertentu, diharapkan mahasiswa dapat memiliki gambaran yang lebih
mendalam tentang kondisi nyata di dunia kerja, sekaligus dapat menambah
pengalaman serta membuka cakrawala pandang yang lebih luas yang mungkin tidak
didapatkan di bangku kuliah. PT. XL Axiata, Tbk Palembang yang merupakan sebuah
Badan Usaha Milik Swasta yang bergerak pada bidang telekomunikasi yang berada
dalam wilayah Sumatera Selatan ini dipandang sebagai tempat Skripsi yang
relevan bagi mahasiswa STMIK GI MDP terutama di bagian Sistem Informatika
bidang industri. Pada bagian ini, mahasiswa diharapkan dapat menganalisis
perangkat lunak yang akan dibuat untuk menunjang kegiatan pada PT. XL Axiata,
Tbk Palembang berdasarkan kondisi di lapangan sesuai dengan bidang ilmu yang
dipelajari.
Abstraksi
Perkembangan teknologi sekarang ini semakin pesat, salah satu
perkembangan teknologi itu adalah internet. Begitu pula dengan persaingan
bisnis khususnya persaingan bisnis industri telekomunikasi dari waktu ke waktu
semakin ketat, sehingga perusahaan harus membuat strategi pemasaran baru untuk
mempertahankan dan meraih pangsa pasar yang lebih tinggi. Kemudian yang
didapatkan dengan menggunakan internet pun ikut di manfaatkan oleh perusahaan
di bidang pendidikan, yaitu dengan adanya Sistem Informasi Akademik Sekolah
Menengah Atas Berbasis Web. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
menjembatani percepatan penyampaian informasi untuk semua pihak yang
diperkenankan oleh sekolah tersebut. Dalam pembuatan skripsi ini, pelaksana
membangun sebuah sistem informasi akademik berbasis web menggunakan PHP yang
berfungsi untuk penampilan , Adobe Dreamweaver, dan MySQL sebagai database.
Metode yang digunakan dalam penulisan laporan ini adalah metode Waterfall.
Dalam jurnal yang kedua, kita akan membehas mengenai Pengembangan sistem
informasi lapas narkoba yang diharapkan dapat membantu Badan Narkotika Nasional
(BNN) beserta instansi penegak hukum lainnya dalam mengungkap kejahatan –
kejahatan narkoba yang bersifat internasional dan lokal. Analisa Aplikasi
Sistem informasi lapas narkoba yang menggunakan sistem berbasis web menggunakan
Hypertext Preprocessor (PHP) dan Mysql sebagai database-nya serta
menggunakan apache sebagai web servernya. Selain sumber daya manusia, penerapan
sistem informasi lapas narkoba juga harus diikuti dengan SOP (Standard
Operating Procedure) yang baik sehingga sistem secara keseluruhan
dapat terintegrasi dengan baik dan dapat dikembangkan dengan data – data
narapidana di seluruh dunia, dikarenakan beberapa kejahatan narkoba
dikendalikan oleh sindikat internasional. Sistem ini juga dapat diintegrasikan
dengan data exportir maupun importir prekursor yang berada di database National
Single Window (NSW). Selain itu pada Jurnal 3, kita akan membuat
program Kegiatan rawat-inap pada sebuah rumah sakit merupakan sebuah
kegiatan yang rutin dijalani. Pada kegiatan ini, yang dimulai dari
pendaftaran (check-in) hingga keluar (check-out). pada
pengelolaan data rawat- inap ini masih ada user yang masih melakukan secara
manual yang memanfaatkan peralatan kuno dan tidak akurat dalam
menciptakan sebuah keputusan. Manual yang dimaksud disini berupa
pengecekan kamar dan dokter masih pada buku status. Tujuan dari penelitian ini
yaitu membantu user khususnya rumah sakit umum aisyiyah dalam pengolahan
data rawat inapnya secara elektronik dengan membangun sebuah sistem informasi
yang memanfaatkan bahasa pemrograman PHP dan database MySQL.
Kata kunci : Sistem Informasi Akademik, Web , Waterfall ,
PHP. Rawat-Inap, Sistem Informasi, MySQL, Sistem Informasi Lapas,
Narkoba, Collaboration Diagram, Sequence Diagram, Class Diagram, Activity
Diagram, Database.
2. LANDASAN TEORI
2.1 Teori Umum.
Pada bab ini akan dibahas mengenai teori – teori umum yang berhubungan
dengan sistem informasi akademik berbasis web.
2.1.1 Pengertian Sistem.
Menurut Taufiq (2002, h.1), sistem bisa ditafsirkan sebagai kesatuan
elemen yang memiliki keterkaitan. Beberapa elemen dapat digabung menjadi suatu
unit, kelompok atau komponen sistem dengan fungsi tertentu. Komponen sistem ini
bisa dilihat, dianggap, atau memang dirancang untuk berfungsi mandiri sebagai
modul sistem (lepas dari sistem tetapi masih berkaitan dengan sistem pada mana
modul ini menginduk).
2.1.2 Konsep Informasi.
Informasi ibarat darah yang mengalir di dalam tubuh suatu organisasi,
sehingga informasi ini sangat penting di dalam suatu organisasi. Suatu sistem
yang kurang mendapatkan informasi akan menjadi luruh, kerdil dan akhirnya
berakhir. Sumber dari informasi adalah data.
2.1.1 Konsep Sistem Informasi.
Sistem informasi didefinisikan oleh (Jogiyanto 1999, h.11), sistem
informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan
kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial
dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu
dengan laporan-laporan yang diperlukan. Pengertian dari sistem informasi
akademik adalah sebuah sistem khusus untuk keperluan pengolahan data – data
Akademik dengan penerapan teknologi komputer baik ‘ hardware ’ maupun ’software
’, yang dimaksud ‘ hardware ’ (perangkat keras) adalah peralatan –
peralatan seperti Komputer (PC Computer), Printer, CD ROM, HardDisk , dan
sebagainya, sedangkan ‘software’ (perangkat lunak) adalah program
komputer yang memfungsikan‘ hardware’ tersebut yang dibuat khusus untuk
keperluan pengolahan data – data akademik. (Taryana 2010, h.1) Definisi sistem
informasi pada abad ke 21 telah bergeser menjadi teknologi sistem informasi
yang mempunyai enam komponen yaitu hardware, software, network, brainware,
database dan procedure kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-
kejadian dan kesatuan nyata. ”Kejadian- kejadian ( event ) adalah sesuatu yang
terjadi pada saat yang tertentu. (Jogiyanto 1999, h.7)”.
2.2 Teori Pendukung Khusus
2.2.1 Pengertian Internet.
Internet adalah sebuah solusi jaringan yang dapat menghubungkan beberapa
jaringan lokal yang ada pada suatu daerah, kota, atau bahkan pada sebuah negara
(Nugroho 2004, h.3).
2.2.2 Pengertian World Wide Web (WWW).
World Wide
Web (WWW) adalah sebuah bagian
dari internet yang sangat dikenal dalam dunia internet, dengan adanya WWW
seorang pengguna dapat menapilkan sebuah halaman Virtual yang disebut dengan
website (Nugroho 2004, h.3).
2.2.3 Pengertian E-Learning
Jaya Kumar C. Koran (2002), mendefinisikan E-Learning sebagai
sembarang pengajaran dan pembelajaran yang menggunakan rangkaian elektronik
(LAN, WAN, atau internet) untuk menyampaikan isi pembelajaran, interaksi, atau
bimbingan. Ada pula yang menafsirkan E-Learning sebagai bentuk
pendidikan jarak jauh yang dilakukan melalui media internet. Sedangkan Dong
(dalam Kamarga, 2002) mendefinisikan sebagai kegiatan belajar melalui
perangkat elektronik komputer yang memperoleh bahan belajar yang sesuai dengan
kebutuhannya.
2.2.4 Konsep Pengembangan Sistem
Dalam suatu organisasi atau perusahaan perkembangan sistem harus
dilakukan untuk menggantikan sistem lama yang tidak efisien menjadi lebih
efisien. Pengembangan sistem ( system development ) dapat berarti menyusun
suatu sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan
atau memperbaiki sistem yang telah ada.
2.2.5 Analisis Sistem
Menurut Jogiyanto (1999, h.129), Analisis sistem ( systems
analysis ) dapat didefinisikan sebagai penguraian dari suatu sistem informasi
yang utuh ke dalam bagian – bagian komponennya dengan maksud untuk
mengidentifikasikan dan mengevaluasikan permasalahan – permasalahan, kesempatan
– kesempatan, hambatan – hambatan yang terjadi dan kebutuhan – kebutuhan yang
diharapkan sehigga dapat diususlkan perbaikan – perbaikannya.
2.2.6 Analisis Kebutuhan Menurut (Whitten 2004, hal.258),
Use Case adalah urutan langkah-langkah yang secara tindakan saling
terkait, baik terotomatisasi maupun secara manual, untuk tujuan melengkapi satu
tugas bisnis tunggal. Ada dua alat utama yang digunakan saat menyajikan
pemodelan use case yaitu use case diagram dan use case narrative. Use case
diagram adalah diagram yang menggambarkan interaksi antara sistem dengan
sistem eksternal dan pengguna. Dengan kata lain, secara grafis menggambarkan
siapa yang akan menggunakan sistem dan dengan cara apa pengguna mengharapkan
untuk berinteraksi dengan sistem. Use case narrative adalah
deskripsi tekstual kegiatan bisnis dan bagaimana pengguna akan berinteraksi
dengan sistem untuk menyelesaikan suatu tugas.
2.2.7 Analisis Kelayakan
Selama fase analisis keputusan dalam analisis sistem, analisis sistem
kandidat kemudian menganalisis solusi itu untuk mengetahui kelayakannya
(Whitten 2004, h.391). Adapun tahapan dari analisis kelayakan yaitu :
a. Mengidentifikasi solusi kandidat
b. Menganalisis solusi kandidat
penguraian dari suatu sistem
informasi yang utuh ke dalam bagian – bagian komponennya.
2.2.8 Analisis Biaya Manfaat
Menurut Whitten (2004, h.388), ada tiga teknik popular untuk
memperkirakan kelayakan cost- effectiveness adalah sebagai berikut:
A. Metode Periode Pengembalian (Payback Period)
Payback analysis menentukan berapa banyak waktu yang diperlukan sebelum
keuntungan yang meningkat melampaui biaya yang meningkat dan berkelanjutan.
Periode waktu ini disebut payback period. PVn = 1/(1+i) n
PVn merupakan present value $1.00 n tahun dari saat ini dan i adalah discount
rate. Oleh karena itu, present value dolar dua tahun dari sekarang adalah : PV2
= 1/(1+0,12) 2 = 0,797
B. Metode Pengembalian Investasi (Return on Investment
)
ROI untuk solusi atau proyek adalah tingkat persentase yang mengukur
hubungan antara jumlah yang didapat kembali bisnis tersebut dari sebuah
investasi dan jumlah yang diinvestasikan. ROI seumur hidup = (Keuntungan seumur
hidup terestimasi – Biaya seumur hidup terestimasi)/Biaya seumur hidup
terestimasi.
C. Metode Nilai Sekarang Bersih ( Net Present Value ).
Pada awalnya menentukan biaya dan keuntungan tiap tahun pada umur hidup
sistem dan menetapkan semua biaya dan keuntungan ke nilai mata uang saat
ini.
2.2.9 Perancangan Sistem
Sistem informasi yang logik adalah peralatan antarmuka pengguna.
Antarmuka meghubungkan pemakaian dengan sistem, jadi perannya benar – benar
sangat penting. Contoh dari antarmuka pemakai adalah keyboard (untuk mengetik
pertanyaan dan jawaban), menu – menu pada layar (untuk mendatangka perintah
pemakai), serta berbagai jenis Graphical User Interface (GUI) yang
menggunakan mouse atau cukup dengan sentuhan pada layar. Tahap
perancangan juga mencakup perancangan file – file atau basisdata yang bisa
menyimpan data – data yang diperlukan oleh pembuat keputusan. Basis data yang
disusun denga baik adalah dasar dari seluruh sistem informasi. Dalam tahap ini,
penganalisis juga bekerja sama dengan pemakai untuk merancang output (baik pada
layar maupun hasil cetakannya) (Kendall 2002, h.13).
2.2.10 Permodelan Proses
Menurut Whitten (2004, hal.326), permodelan proses adalah teknik
pengolahan dan mendokumentasikan struktur dan aliran data melalui proses
sistem. Diagram Aliran Data atau Data Flow Diagram (DFD) adalah
alat yang menggambarkan aliran data melalui sistem dan kerja atau pengolahan
yang dilakukan oleh sistem tersebut.
2.2.11.1 Entity Relationship Diagram (ERD)
ERD adalah model data yang menggunakan beberapa notasi untuk
menggambarkan data dalam konteks entitas dan hubungan yang dideskripsikan
oleh data tersebut. (Whitten, 2004, hal.281).
2.2.11 Teknologi Basis Data
Menurut Fathansyah (2001, h.2), Basis Data adalah himpunan kelompok data
(arsip ) yang saling berhubungan yang diorganisasikan sedemikian rupa agar
kelak dapat dimanfaatkan kembali dengan cepat dan mudah atau kumpulan data yang
saling berhubungan yang disimpan secara bersama sedemikian rupa dan tanpa
pengulangan (redudansi) yang tidak perlu untuk memenuhi berbagai
kebutuhan.
2.2.12 Alat Bantu Pengembangan Aplikasi
2.2.12.1 Bahasa Pemrograman PHP Menurut Peranginangin (2006, h.2), PHP (
Hypertext Preprocessor ) yang digunakan sebagai bahasa siscript server- side
dalam pengembangan web yang disisipkan pada dokumen HTML. Penggunaan PHP
memungkinkan web dapat dibuat dinamis sehinnga maintenance situs web tersebut
menjadi lebih mudah dan efisien.
2.2.12.2 MySQL
Menurut Nugroho (2004, h.133), MySQL merupakan database yang paling
digemari dikalangan Programmer Web, dengan alasan bahwa program ini merupakan
database yang sangat kuat dan cukup stabil untuk digunakan sebagai media
penyimpanan data. Sebagai sebuah database server yang mampu untuk
memanajemen database dengan baik, MySQL terhitung merupakan database yang
paling digemari dan paling banyak digunakan dibandingkan database lainnya.
2.2.12.3 Koneksi antara PHP dan MySQL
Menurut Nugroho (2004, h.133), Didalam dunia internet, MySQL dijadikan
sebuah database yang paling banyak digunakan selain database yang bersifat share
ware . Penggunaan MySQL ini biasanya dipadukan dengan menggunakan program
aplikasi PHP, karena dengan menggunakan PHP program tersebut telah terbukti
akan kehandalanya dalam menangani permintaan data.
3. ANALISIS SISTEM
3.1 Sejarah PT. XL Axiata, Tbk. Indonesia
XL adalah salah satu perusahaan telekomunikasi terkemuka di Indonesia.
Mulai beroperasi secara komersial sejak 8 Oktober 1996, XL saat ini adalah
penyedia layanan seluler dengan jaringan yang luas dan berkualitas di seluruh
Indonesia bagi pelanggan ritel ( Consumer Solution) dan solusi bagi
pelanggan korporat ( Business Solution).
Hal ini menjadikan XL sebagai perusahaan tertutup pertama di Indonesia
yang menyediakan jasa telepon yang bergerak di bidang selulur. XL bahkan
menguatkan identitasnya sebagai perusahaan telekomunikasi dengan membangun
jaringan microcell terpadu di kawasan segitiga emas Jakarta pada tahun 1997 dan
meluncurkan merek ProXL untuk produk layanan prabayar di tahun berikutnya. XL
mulai memasuki pangsa pasar di sumatera dan Batam sejak tahun 2000 dan berhasil
mendapatkan alokasi spectrum DCS 1800, menyelesaikan pembangunan jaringan utama
serat optic serta menghasilkan layanan Mbanking dan M- Fun di tahun 2001. XL
terus melakukan ekspansi pasar hingga pada tahun 2002 mulai memperluas jaringan
ke daerah Kalimantan dan Sulawesi serta meluncurkan layanan leased line dan IP
( Internet Protocol ). Di tahun 2004 XL melakukan rebranding logo XL dan
merubah merek “proXL” dengan produk-produk baru yaitu : “Jempol” (prabayar ),
“Bebas”( prabayar ), dan “Xplor”( pasca bayar ). Bulan septermber 2005
merupakan salah satu tonggak penting bagi XL. Dengan mengembangkan seluruh
aspek bisnisnya, XL menjadi perusahaan public dan tercatat di Bursa Efek
Jakarta (sekarang Bursa Efek Indonesia) dengan kode saham EXCL. Kepemilikan
saham mayoritas pada saat itu dipegang oleh Indocel Holding Sdn. Bhd. Pada
tahun 2006, XL memperoleh Lisensi Jaringan Mobil Selulur ( Celluler Mobile
Network ) 3G dan mulai menghadiri layanan XL 3G “Pertama, Terluas, dan
Tercepat”. Di tahun 2007 XL menjadi pelopor dalam menerapkan tarif Rp. 1,/detik
dan melalui konsuolidasi brand menjadi “ prabayar XL” dan “ pasca bayar XL”. Di
tahun ini juga ETISALAT menjadi pemegang saham XL. ETISALAT sendiri adalah
perusahaan telekomunikasi terbesar kedua di Timur Tengah. Di tahun 2008, TM
Group mengumumkan penyelesaian proses demergernya, menghasilkan du entitas yang
terpisah, Telekom Malaysia Berhad (“TM”) dan TM International Berhad (sekarang
berganti nama menjadi Axiata Group Berhad (“Axiata”), dimana Indocel Holding
Sdn BHD secara tidak langsung merupakan anak perusahaan Axiata melalui TM
Internasional (L) Limited. Kemudian Axiata mengakuisisi seluruh kepemilikan
saham XL yang dimiliki oleh Khazanah Nasional Berhad, sehingga kepemilikan
saham Indocel Holding Sdn BDH menjadi 83%. Akhirnya, di tahun 2009 XL
meluncurkan logo perusahaan yang baru pada bulan juni dengan menambahkan logo
axiata sebagai simbol sinergi dengan Axiata. Dibulan Desember 2009, XL juga
mengubah nama perusahaan menjadi XL Axiata Tbk dan melakukan penawaran umum
Terbatas I dalam rangka penerbitan Hak Memesa Efek Terlebih Dahulu (HMETD) sejumlah
1.418.000.000 saham baru.
3.2 Prosedur Sistem
Yang Berjalan Persaingan pelayanan operator seluler di era
globalisasi sekarang yang semakin pesat membuat pihak operator PT. XL Axiata,
Tbk Palembang berlomba untuk mempertahankan pelanggan yang ada serta untuk
menarik minta pelanggan yang
baru. Sehingga PT. XL Axiata, Tbk Palembang merencanakan strategi untuk
memberikan fasilitas kepada SMA (sekolah menengah atas) terutama bagi
pihak sekolah dalam mempermudah akses informasi akademik sekolah seperti
mengetahui nilai siswa, pembayaran biaya pendidikan, dan informasi dengan
membuat prototype aplikasi berbasiskan WEB dengan fasilitas SMS Gateway .
3.3 Analisis Permasalahan
3.3.1 Identifikasi Masalah
Hasil identifikasi masalah-masalah yang secara umum muncul dalam
pengembangan sistem informasi akademik pada SMA (Sekolah Menengah Atas) dapat
dilihat dengan menggunakan kerangka PIECES.
3.3.2 Pernyataan Masalah
Berdasarkan dari hasil identifikasi masalah-masalah di atas maka dapat
diperoleh tingkat prioritas dan solusi yang diusulkan untuk menyelesaikan
masalah- masalah tersebut dengan menggunakan tabel pernyataan
masalah
3.4 Analisis Kebutuhan
Tujuan dari pembuatan use case di bawah ini adalah untuk mendapatkan dan
menganalisis informasi persyaratan yang cukup untuk mempersiapkan model yang
mengkomunikasikan apa yang diperlukan dari perspektif pengguna, tetapi bebas
dari detail spesifik tentang bagaimana sistem akan dibangun dan
diimplementasikan. Berikut adalah use case esensial yang telah teridentifikasi
pada sistem informasi akademik SMA (sekolah menengah atas) karena memiliki hal
yang paling kritis, kompleks, dan penting terhadap waktu dan biaya.
3.5 Analisis Kelayakan
3.5.1 Matriks Kandidat
Pada sistem kandidat terdapat 2 kandidat yang akan dipilih dimana
kandidat satu adalah pengembangan sendiri akan aplikasi yang akan dibuat dengan
mengikuti kebutuhan apa yang diperlukan perusahaan atau instansi yang
bersangkutan. Sedangkan kandidat dua ialah membeli suatu aplikasi yang telah
jadi dimana aplikasi tersebut belum tentu dapat memenuhi kebutuhan perusahan
atau instansi tersebut.
3.5.2 Kandidat Terpilih
Setelah dilakukan identifikasi kandidat dan analisis kelayakannya maka
penulis merekomendasikan kepada pihak perusahan untuk dilakukan pengembangan
sistem sesuai dengan solusi kandidat 1.
4. Rancangan Sistem
4.1 Rancangan Sistem
Logis Rancangan sistem logis menggambarkan diagram aliran data (DAD)
antara pelaku ( actor ) dan sistem berdasarkan penggambaran use case
yang telah dibahas sebelumnya pada bab 3. Pada rancangan sistem logis, diagram
aliran data yang dibahas adalah mengenai diagram konteks, diagram dekomposisi,
diagram kejadian logis serta diagram sub sistem dan sistem
logis.
4.1.1 Model Proses Logis
4.1.1.1 Diagram Konteks
Diagram konteks menggambarkan ruang lingkup suatu sistem. Diagram ini
memberikan gambaran mengenai keseluruhan sistem. Diagram konteks Sistem
Informasi Akademik Sekolah Menengah Atas dapat dilihat pada gambar 1 dibawah
ini
4.1.1.2 Diagram Dekomposisi
Diagram dekomposisi menunjukkan fungsional top-down suatu sistem.
Melalui diagram ini, dapat diketahui bagian-bagian sistem secara keseluruhan
baik proses yang berhubungan dengan sistem, subsistem dan sistem serta
rincian dari masing-masing subsistem. Diagram dekomposisi untuk sistem
informasi akademik pada Sekolah Menengah Atas dapat dilihat pada gambar 4.2
dibawah ini :
4.1.1.3 Diagram Kejadian Logis
4.1.2 Model Data (ERD)
Entity Relationship Diagram merupakan diagram yang dipergunakan untuk menggambarkan hubungan antara
entity dalam suatu sistem yang akan dikembangkan pada sekolah menengah atas
yang ditunjukkan pada gambar 4 :
4.2 Rancangan Sistem Fisik
Rancangan sistem fisik terdiri dari model proses fisik dan model data
fisik. Model proses fisik merupakan implementasi dari model proses logis. Model
data fisik dijabarkan dengan menggunakan struktur data dan relasi antar
tabel.
4.2.1 Model Proses Fisik
Model proses fisik terdiri dari diagram kejadian fisik dan diagram
subsistem fisik. Diagram kejadian fisik menggambarkan aliran data fisik dari
setiap proses. Diagram subsistem fisik mengelompokkan setiap proses fisik
berdasarkan subsistem-subsistem.
4.2.1.1 Diagram Kejadian Fisik
Diagram aliran data fisik digunakan untuk memodelkan keputusan-
keputusan teknis dan desain manusia untuk diimplementasikan sebagai bagian dari
sistem informasi. Diagram tersebut mengkomunikasikan pilihan-pilihan teknis dan
keputusan desain lain kepada mereka yang secara aktual akan membangun dan
mengimplementasikan sistem. Dengan kata lain, diagram aliran data fisik
berfungsi sebagai untuk konstruksi dan implementasi sistem. Rancangan sistem
fisik menggambarkan diagram aliran data (DAD) yang memperlihatkan sistem teknologi
yang digunakan, misalnya MySQL . DAD yang digambarkan sama dengan sistem logis,
hanya saja pada aliran data, proses dan datastore terdapat nama teknologi yang
dipakai.
4.2.2 Model Data
Setelah memodelkan proses- proses yang terjadi dalam suatu sistem,
selanjutnya perlu dideskripsikan mengenai data apa saja yang mengalir dalam
sistem dengan menjelaskan struktur data dan relasi antara data-data
tersebut.
4.2.2.2 Relasi Antar Tabel
Berikut hubungan relasi antar entitas pada sistem informasi akademik
berbasis web untuk sma negeri oleh PT. XL Axiata, Tbk Palembang yang
ditunjukkan pada gambar berikut
Gambar 6 Relasi Antar Tabel
4.3 Rancangan Program
4.3.1 Logika Program
4.3.1.1 State Transition Diagram (STD)
State Transition Diagram (STD) merupakan
a. State Transition Diagram (STD Halaman Awal
4.3.2 Rancangan Antar Muka
Rancangan antar muka merupakan form – form yang berisikan tampilan dari program
yang akan dijalankan user.
1. Form Homepage
Form Home merupakan form yang tampil pada saat mengakses web
SIAXL.
2. Form Siswa Form siswa digunakan untuk data siswa
3. Form Guru Form guru digunakan untuk membuat data guru.
4.4 Rencana Implementasi
Setelah menganalisis dan mendesain sistem secara rinci, maka tahap
berikutnya adalah merencanakan implementasi. Rencana implementasi
dimaksudkan terutama untuk mengatur biaya dan waktu yang dibutuhkan
selama tahap implementasi sistem.
4.4.1 Kebutuhan Perangkat Keras dan Lunak
Pada tahap implementasi sistem ini diperlukan tersedianya sarana-sarana
yang mendukung sistem tersebut, seperti perangkat keras dan perangkat lunak.
a. Perangkat Keras
Perangkat keras yang dibutuhkan oleh sistem ini menggunakan komputer.
Spesifikasi komputer terdiri dari prosesor intel pentium core 2 Duo, memori
1GB, harddisk 120GB, monitor, keyboard, dan mouse.
b. Perangkat Lunak
Perangkat lunak yang dibutuhkan oleh sistem informasi akademik ini
menggunakan sistem operasi microsoft windows 7, adobe dreamweaver CS3, XAMPP
control panel, dan mozilla firefox.
Isi Jurnal 2
PENDAHULUAN
Salah satu kejahatan yang paling diperhatikan di dunia saat ini adalah
kejahatan terorisme dan narkoba karena dua kejahatan ini mempunyai keterikatan
satu sama lain. Narkoba yang dalam hal ini adalah salah satu “tulang punggung”
dari dana yang digunakan untuk membiayai aksi terorisme. Kejahatan narkoba
adalah kejahatan yang dikendalikan oleh sindikat lokal maupun internasional dan
untuk menangani ini diperlukan koordinasi antar penegak hukum seperti
Kepolisian, Kementerian Hukum dan Ham, BNN, Bea dan Cukai, Kejaksaan, Mahkamah
Agung dan lain – lain. Selain kordinasi penegak hukum di dalam negeri
diperlukan juga kordinasi penegak hukum antar negara melalui Interpol.
Permasalahan kordinasi ini yang paling penting saat ini, kordinasi yang
dilakukan selama ini hanya menggunakan data – data yang minim sekali diantara
penegak hukum di Indonesia. Jika kita bandingkan dengan negara tetangga
maka negara kita sangat jauh tertinggal mengenai data – data para narapidana,
baik itu yang menyangkut kejahatan narkoba dan juga kejahatan lainnya. Selain
itu terdapat juga kerjasama antar negara dalam memerangi narkoba yang dibina
oleh PBB dibawah naungan UNODC (United Nations Office on Drugs and Crime).
Setiap tahun setiap negara wajib melaporkan apa yang terjadi di negara masing –
masing terkait kejahatan narkoba oleh lembaga atau badan yang dibuat khusus
untuk mengawasi peredaran narkoba, seperti Amerika Serikat dengan Drugs
Enforcement Administration (DEA), Malaysia dengan Agen Dadah Kebangsaan
(ADK) dan Indonesia dengan Badan Narkotika Nasional (BNN). Setiap Negara
diwajibkan mengisi form Annual Report Questionnaire (ARQ) setiap
tahunnya dan juga Biennial Report Questionnaire (BRQ) setiap dua tahun
untuk melaporkan perkembangan kejahatan narkoba di negara masing – masing. Data
– data napi narkoba selama ini juga tidak pernah diintegrasikan dengan database
importir dan exportir prekursor yang ada di dalam sistem NSW (National
Single Window).
Rumusan Masalah
Selama ini data diri para narapidana maupun tahanan narkoba yang dilaporkan
dari Lapas yang dilaporkan kepada Badan Narkotika Nasional dan Ditjenpas hanya
berupa narasi saja dan tidak lengkap seperti tidak adanya foto maupun rumus
sidik jari dan hanya beberapa data saja seperti nama, alamat dan vonis saja.
Data pengunjung selama ini juga tidak pernah dilaporkan kepada Badan Narkotika
Nasional maupun Ditjenpas dari Lapas tersebut.
Penggunaan sistem berbasis komputer sangat diperlukan untuk menampung
data – data detail dari narapidana maupun tahanan secara lengkap dan akurat serta
juga menyimpan data – data dari para pengunjung narapidana tersebut sehingga
bisa membantu kinerja Badan Narkotika Nasional dalam memecahkan kasus narkoba
dan bahkan bisa juga digunakan instansi lainnya dalam memecahkan kasus – kasus
lainnya seperti terorisme.
Dengan memanfaatkan Teknologi Informasi (TI) melalui penggunaan Sistem
Informasi yang berbasiskan komputer sebagai media pembantu dalam mendatakan
para narapidana yang ada di Lapas akan sangat membantu dalam memecahkan masalah
narkoba. Selain itu penggunaan teknologi informasi ini bisa diintegrasikan
dengan sistem dari negara lain yang terhubung dengan Interpol sehingga jaringan
– jaringan
kejahatan narkoba di seluruh dunia dapat dengan mudah diungkap.
Batasan Masalah
Dalam melakukan pengembangan sistem informasi narapidana narkotika, ada
beberapa tahap yang harus dilakukan oleh perancang sistem. Di dalam penulisan
ini, penulis telah melakukan survey langsung di lapangan,
penelitian, wawancara dengan para petugas Lapas hingga tahap
implementasi sistem dengan menggunakan data registrasi napi, laporan data napi
dari Lapas ke Ditjenpas serta surat keputusan pengadilan yang dikeluarkan oleh
Kejaksaan. Aplikasi menggunakan sistem berbasis
web menggunakan Hypertext Preprocessor (PHP) dan Mysql sebagai
database-nya serta menggunakan apache sebagai web servernya. Sedangkan untuk
sistem operasi menggunakan linux ubuntu versi 9.10 dengan menggunakan control
panel ISPConfig untuk memudahkan administrator sistem dalam mengelola web
server nya. Untuk memudahkan administrasi database menggunakan PHPMyAdmin
karena sangat mudah digunakan dan berbasis web. Pemodelan sistem menggunakan
Unified Modelling Language (UML) dengan Rational Rose Enterprise versi 7.0
sebagai alat bantu software dan juga Microsoft Office Visio 2003 dalam
pembuatan skema jaringan dan flowchart.
Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan tesis ini adalah melakukan pengembangan sistem
informasi lapas narkoba yang diharapkan dapat membantu Badan Narkotika Nasional
beserta instansi penegak hukum lainnya dalam mengungkap kejahatan – kejahatan
narkoba yang bersifat internasional dan lokal sehingga para penegak hukum bisa
dapat saling berbagi informasi mengenai para tersangka yang selama ini telah
ditangkap dan dipenjara, selain para penegak hukum yang berada di dalam negeri,
sistem ini juga digunakan untuk para penegak hukum yang tergabung dalam
Interpol untuk saling bertukar informasi. Karena sebagian besar saat ini
narkoba dikendalikan dari dalam penjara. Selain tujuan penulisan diatas, tujuan
lainnya adalah pembuatan database narapidana yang tidak hanya sistem ini
digunakan untuk menangani kejahatan narkoba saja, tetapi juga digunakan untuk
kejahatan – kejahatan lainnya yang berhubungan dengan transaksi narkoba seperti
money laundering atau pencucian uang dan juga terorisme.
Sistem ini tidak hanya diharapkan untuk mengungkap kasus – kasus saja,
tetapi juga berguna untuk membantu membantu dalam pembuatan laporan Annual
Report Questionnaire (ARQ) yang harus diisi setiap tahun dan Biennial
Report Questionaire (BRQ) yang harus diisi setiap dua tahun sekali yang
diberikan oleh UNODC (United Nations Office on Drugs and Crime) kepada
setiap badan yang mengawasi narkoba ditiap negara nya masing-masing, yang dalam
hal ini BNN mewakili Indonesia. Serta sistem ini juga dapat mempermudah di
dalam pelaporan kepada presiden dan masyarakat Indonesia dalam bentuk LAKIP
(Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah) setiap tahunnya. Di setiap
LAKIP juga disertakan berapa jumlah anggaran yang digunakan dalam suatu
kegiatan, anggaran – anggaran ini bersumber dari pajak masyarakat Indonesia
sehingga setiap uang yang dikeluarkan harus dipertanggung jawabkan, apakah dana
yang digunakan telah benar – benar digunakan untuk menangani permasalahan
narkoba di Indonesia.
TINJAUAN PUSTAKA
Unified Modelling Language Pemodelan (modeling) ialah suatu proses di dalam merancang suatu
perangkat lunak sebelum dilakukannya pengkodean (coding). Melakukan pembuatan
sebuah model dari sebuah sistem yang kompleks sangatlah penting karena kita
tidak dapat memahami sistem secara menyeluruh. Semakin kompleksnya sebuah
sistem maka semakin pentingnya teknik pemodelan yang digunakan dalam merancang
sistem tersebut. Unified Modelling Language (UML) adalah sistem
arsitektur yang menggunakan Object Oriented Analysis Design dengan
menggunakan satu bahasa yang konsisten untuk menspesifisikan,
memvisualisasikan, membangun, dan mendokumentasikan obyek – obyek dari sebuah
sistem software untuk memodelkan bisnis dan komponennya. Dengan
menggunakan UML dapat membantu tim dari sebuah proyek untuk berkomunikasi,
memeriksa potensi rancangannya dan menyetujui arsitektur rancangan dari proyek
software tersebut.
Unified Modeling Language (UML) mempunyai beberapa tujuan, yaitu :
1. Memberikan model yang siap pakai, bahasa pemodelan visual yang ekspresif
untuk mengembangkan dan saling menukar model dengan mudah dan dimengerti secara
umum.
2. Memberikan bahasa pemodelan yang bebas dari berbagai bahasa
pemrograman dan proses rekayasa.
3. Menyatukan praktek-praktek terbaik yang terdapat dalam permodelan.
Rational Rose
Dalam melakukan suatu rancangan sistem berbasis computer, langkah awal
yang penting dilakukan adalah membuat analisis sistem berupa diagram. Hal ini
bertujuan agar si programmer nantinya tidak mengalami kesulitan. Simbol-simbol
diagram UML yang digunakan dalam penulisan tesis ini dibuat dengan menggunakan
Software Rational Rose Enterprise Versi 7 Perangkat Teknologi yang
Digunakan Untuk membangun aplikasi Sistem Informasi Lapas Narkoba yang
berbasiskan web diperlukan beberapa sumber daya yang salah satu diantaranya
adalah perangkat dari teknologi itu sendiri. Untuk membangun Sistem Informasi
Lapas Narkoba, teknologi aplikasi yang digunakan berbasiskan open source untuk
mendukung gerakan IGOS (Indonesia Goes Open Source) yang dicanangkan pemerintah.
Adapun perangkat teknologi yang digunakan dalam pembangunan aplikasi Sistem
Informasi Lapas Narkoba berbasis web.
Sistem Jaringan Sistem Informasi Lapas Narkoba Di dalam jaringan
komputer sistem informasi lapas narkoba untuk setiap kementerian atau lembaga
terhubung menggunakan teknologi VPN IP yang menggunakan metode site to site VPN
sehingga kecepatan menjadi prioritas utama. Sedangkan untuk hubungan dari lapas
– lapas ke server pusat hanya menggunakan ADSL saja dan menggunakan metode
remote access VPN, penggunaan ini lebih mura dari segi biaya tetapi kecepatan
akses lebih sedikit.
Pengertian Firewall
Firewall adalah teknologi pengamanan yang digunakan saat ini untuk
“menyaring” aktifitas yang masuk atau keluar ke dalam sistem. Firewall dibagi
kedalam dua macam yaitu yang bekerja di network layer dan yang bekerja di
application layer. Untuk firewall yang bekerja di network layer, proses
firewall adalah membuka atau menutup port dan juga membuat DMZ (Demiliterized
Zone) sehingga sistem yang digunakan di dalam firewall bisa menggunakan IP
local untuk bisa melakukan transaksi di internet, sedangkan IP public nya
diletakkan di dalam firewall untuk mengelabui para cracker jika sewaktu-waktu
sistem itu diserang. Teknologi firewall yang digunakan adalah iptables dan
sudah termasuk di dalam sistem operasi linux. Sedangkan untuk firewall yang
bekerja di application layer menggunakan mod_security modul yang ada di apache
web server.
Pengertian Remote Access VPN Remote access VPN adalah proses autentifikasi Virtual Private Network
(VPN) dengan menggunakan kunci digital yang diletakkan di dalam komputer / PC
dan kunci digital itu dibuat oleh remote access VPN server. Untuk melakukan
otentifikasi setiap kali sebuah client melakukan transaksi, kunci digital akan
dicocokkan oleh server apakah dia boleh masuk ke dalam jaringan di dalam atau
tidak. Teknologi remote access VPN yang digunakan adalah menggunakan
OpenVPN.
Pengertian Web Server
Web Server merupakan sebuah perangkat lunak yang bertugas menerima
permintaan client melalui port HTTP maupun HTTPS dan merubah isi yang ada ke
dalam format HTML. Terdapat beberapa format selain HTML yaitu PHP atau ASP,
tetapi format – format tersebut hanyalah berfungsi untuk menghubungkan HTML
dengan database. Web server saat ini di dominasi oleh Apache yang berbasiskan
open source dan sudah sangat mudah untuk diinstall. Banyak aplikasi yang sudah
menggabungkan Apache dengan modul – modul lain seperti PHP dan Mysql, baik itu
yang berbasiskan Windows maupun Linux. Aplikasi gabungan itu antara lain adalah
XAMPP.
METODE PENELITIAN
Sistem yang selama ini berjalan dari laporan data narapidana narkotika
di Lembaga Pemasyarakatan.
Sistem pelaporan selama ini dari Lembaga Pemasyarakatan ke
Direktorat Pembinaan Khusus Narkotika adalah menggunakan form yang sudah
standar, tetapi di dalam form tersebut data – data tidak bisa dipakai untuk
proses penyelidikan lebih lanjut, contoh data yang sangat dibutuhkan untuk penyelidikan
lebih lanjut adalah foto dan sidik jari yang selama ini dibuat di dalam laporan
polisi hanyalah berupa rumus saja dan bukan berbentuk image, selain itu juga
data – data pengunjung yang datang. Kenapa data pengunjung sangat penting,
karena selama ini diindikasikan narkoba paling „aman‟ dikendalikan dari dalam
penjara itu sendiri.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Spesifikasi Kebutuhan Sistem Prosedur administrasi narapidana atau
tahanan di Lembaga Pemasyarakatan saat ini masih bersifat manual dan dikelola
oleh bagian registrasi dengan menerima dokumen dari pengadilan yang di dalamnya
berisi dokumen SP21 dari kejaksaan dan juga dokument putusan pengadilan. Data –
data dimasukkan ke dalam buku laporan bagian registrasi, setelah itu laporan
dikirimkan ke Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Data yang dikirimkan bukan
hanya narapidana yang masuk atau keluar saja, tetapi juga narapidana yang
mutasi ke Lembaga Pemasyarakatan lain.
Analisis Sistem
Berjalan Analisis Prosedur Berdasarkan hasil penelitian, prosedur
administrasi data narapidana belum berjalan dengan baik.
Pencatatan / pengarsipan data narapidana masih menggunakan sistem manual
dan tidak terintegrasi, sedangkan satu lapas rata – rata mempunyai narapidana
berjumlah lebih dari lima ratus orang yang sebagian besar dihuni oleh
narapidana kasus narkoba. Data yang dimasukkan selama ini hanyalah berupa data
–
data seperti nama, alamat, foto, dan lain – lain, tetapi data – data
yang krusial seperti rumus sidik jari tidak ada, sidik jari hanya di cap saja tetapi
tidak dirumuskan, bahkan beberapa lapas sama sekali tidak memasukkan data sidik
jari sama sekali baik itu foto sidik jari maupun rumusnya.
Data – data yang selama ini ada sama sekali tidak mencatat pengunjung,
pengunjung hanya dicatat di dalam sebuah buku biasa dan data pengunjung ini
tidak diintegrasikan dengan data napi tersebut.
Analisis Basis Data
Sumber data narapidana dan juga data pengunjung serta data mengenai foto
dan sidik jari. Sumber data yang harus diperhatikan secara berkala adalah data
pengunjung, yang berada di bagian registrasi pengunjung narapidana dan
diteruskan kepada bagian registrasi dan akhirnya data menuju ke Kepala Lembaga
Pemasyarakatan.
Beberapa field yang ada di data narapidana yang sering
simpang-siur adalah mengenai data alamat di KTP, dikarenakan sistem
kependudukan di Indonesia yang masih belum benar sehingga satu orang bisa
mempunyai banyak KTP, selain itu juga pengunjung dengan data – data yang
diambil dari KTP pengunjung yang tidak terintegrasi dengan data kependudukan di
Indonesia yang bisa menyatakan bahwa alamat pengunjung itu benar atau tidaknya.
Actor Paket actor berisi orang-orang atau organisasi yang terlibat dalam
sistem. Pengguna sistem dibagi menjadi 3 yaitu Admin, User dan Petugas.
Admin disini adalah Puslitbang dan Info BNN yang bertugas memasukkan data –
data pengguna dan juga melakukan pengeditan data pengguna serta menghapus data
pengguna, admin juga dapat melakukan seluruh aktifitas di dalam sistem.
Untuk User dalam hal ini adalah para petugas dari Lembaga Pemasyarakatan yang
bertugas mengentri, mengedit dan bahkan menghapus data jika diperlukan. Selain
fitur input, edit dan hapus user juga dapat memanfaatkan fasilitas cari data
dan data statistik. untuk user juga bisa memanfaatkan fitur cari data dan data
statistik yang ditujukan untuk direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian
Hukum dan Ham. Terakhir adalah petugas, disini yang dimakud petugas adalah
aparat penegak hukum yang langsung turun dalam penyidikan dan penyelidikan
kasus narkoba. Penyidik disini adalah penyidik polri dan PPNS (Penyidik Pegawai
Negeri Sipil) seperti Kejaksaan, Bea Cukai dan Imigrasi. Fitur yang bisa
digunakan juga hanya cari data napi dan data statistik karena para penyidik ini
akan dibantu sewaktu proses penyidikan dan penyelidikan. Untuk input data, edit
data dan juga hapus data pengguna petugas tidak diinjinkan untuk melakukan
terhadap data para narapidana narkoba.
Use-Case Sistem Informasi
Lapas Narkoba Terdapat beberapa kegiatan yang berkaitan di dalam sistem
informasi lapas narkoba adalah login, sistem admin, sistem user dan sistem
petugas.
Isi Jurnal 3
Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Salah satu perbedaan antara zaman dahulu dengan zaman sekarang yaitu
dalam kefektivitasan dan keefisienan dalam melakukan segala aktivitas,
contohnya seperti halnya dalam pengolahan data dan dalam pengambilan keputusan
untuk menyelesaikan suatu persoalan. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi
telah menemukan sebuah peralatan elektronik yang memenuhi kebutuhan manusia
dalam pengolahan dan pengarsipan data yang kita sebut dengan perangkat
komputer. Pengolahan data untuk menghasilkan informasi secara cepat dan tepat
penggunaan komputer sangat menguntungkan, terutama untuk pengolahan data yang
berulang- ulang, sehingga dapat menekan biaya pengoperasikan serta waktu proses
yang relatif pendek. Salah satu pekerjaan manusia yang membutuhkan
bantuan komputer adalah kegiatan dalam pengelolaan data rawat-inap pada rumah
sakit, yang pada saat ini kebanyakan user masih melakukan secara manual,
memanfaatkan peralatan yang kuno dan tidak akurat dalam menciptakan
sebuah keputusan. Apabila informasi diterima tidak akurat, maka proses
rawat-inap pasien pada rumah sakit kurang lancar dan bisa berakibat pada
ketidakpuasan para pasien. Saat ini pengolahan data rumah sakit masih dilakukan
secara manual oleh karena itu dicoba membuat
sistem pengolahan database Rawat-Inap pada Rumah Sakit Umum Aisyiyah
Padang, dengan menggunakan komputer diharapkan dapat
membantu Bagian Administrasi dalam pengolahan data-data yang berhubungan
dengan kegiatan rawat-inap. Bila hal tersebut diatas dapat dilaksanakan dan
dikembangkan secara efisien, maka perkembangan serta kemajuan akan tercapai
dengan baik. Namun demikian semua itu terkendali dalam pengolahan data yang
sistematis, cepat dan akurat. Berdasarkan uraian diatas dan didorong oleh
keinginan untuk mengangkat masalah ini pada sebuah penelitian. Sedangkan
manfaat yang diharapkan dari program ini antara lain :
· Membantu rumah sakit umum aisyiyah padang dalam pengolahan data
rawat-inap
· Memudahkan kerja bagian
administrasi dari rumah sakit umum aisyiyah dalam melakukan pekerjaannya
· Memberikan informasi yang cepat dan akurat kepada pengguna system
informasi.
1.2 Ruang Lingkup
Penelitian Penelitian ini dibatasi pada masalah yang terbatas hanya pada
hal-hal yang berkaitan dengan sistem rawat inap Rumah Sakit Umum ‘Aisyiyah
Padang khususnya dalam pengelolaan data pasien, data kamar, pasien-masuk,
pasien keluar, data dokter dan pada pembuatan sistem tersebut penulis terfokus
pada penggunaan database MySQL.
2. Tinjauan Pustaka
2.1 Definisi Sistem Informasi
“Sistem Informasi (SI) adalah kombinasi dari teknologi informasi
dan aktivitas orang yang menggunakan teknologi itu untuk mendukung operasi dan
manajemen. Dalam arti yang sangat luas, istilah sistem informasi yang sering
digunakan merujuk kepada interaksi antara orang, proses algoritmik, data, dan
teknologi. Dalam pengertian ini, istilah ini digunakan untuk merujuk tidak
hanya pada penggunaan
organisasi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), tetapi juga untuk
cara di mana orang berinteraksi dengan teknologi ini dalam mendukung proses
bisnis” (Kroenke, D M. (2008).
2.2 Komponen Sistem Informasi Sistem informasi terdiri dari
komponen-kompponen yang disebut dengan istilah blok bangunan (Building Block),
dimana masing-masing blok ini saling berintegrasi satu sama lainya membentuk
satu kesatuan untuk mencapai tujuannya. Adapun blok-blok tersebut adalah
sebagai berikut :
1. Blok masukan (Input Blok)
Meliputi metode-metode dan media untuk menangkap data yang akan
dimasukan, dapat berupa dokumen-dokumen dasar.
2. Blok Model (Model Block) Terdiri dari kombinasi prosedur, logika dan
model matematik yang berfungsi memanipulasi data untuk keluaran tertentu.
3. Blok Keluaran (Output Block) Berupa keluaran dokumen dan informasi
yang berkualitas
4. Blok Teknologi
Untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data,
menghasilkan dan mengirimkan keluaran serta membantu pengendalian dari sistem
secara keseluruhan.
5. Blok Basis Data (Database Block) Merupakan kumpulan data yang saling
berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan didalam perangkat keras
komputer dan perangkat lunak untuk memanipulasi.
6. Blok Kendali (Controls Block) Meliputi masalah pengendalian yang
berfungsi mencegah dan menangani kesalahan atau kegagalan sistem.
2.3 PHP
PHP (Hypertext Preprocessor) adalah bahasa skrip yang dapat ditanamkan atau disisipkan ke dalam
HTML. PHP banyak dipakai untuk memrogram situs web dinamis. PHP dapat digunakan
untuk membangun sebuah CMS.
Pada awalnya PHP merupakan kependekan dari Personal Home Page (Situs
personal). PHP pertama kali dibuat oleh Rasmus Lerdorf pada tahun 1995. Pada
waktu itu PHP masih bernama Form Interpreted (FI), yang wujudnya berupa
sekumpulan skrip yang digunakan untuk mengolah data formulir dari web.
Selanjutnya Rasmus merilis kode sumber tersebut untuk umum dan menamakannya
PHP/FI. Dengan perilisan kode sumber ini menjadi sumber terbuka, maka banyak
pemrogram yang tertarik untuk ikut mengembangkan PHP.
Contoh Program:
Program Hello World
Program Hello World yang ditulis menggunakan PHP adalah sebagai berikut:
<?php echo "Hello World";
?>
Koneksi PHP dengan Database :
1. Jika koneksi ke database berhasil, perlu memilih database.
2. Perintah untuk memilih database:
mysql_select_db(data_base,pengenal_hu bungan) dimana : data_base = nama
database pengenal_hubungan = nama pengenal yang digunakan dalam
koneksi
2.4 MySQL
MySQL (bisa dibaca dengan mai-es-ki-el atau bisa juga mai-se-kuel)
adalah suatu perangkat lunak database relasi (Relational Database Management
System atau DBMS), seperti halnya ORACLE, POSTGRESQL, MSSQL, dan sebagainya.
SQL merupakan singkatan dari Structure Query Language, didefinisikan
sebagai suatu sintaks perintah-perintah tertentu atau bahasa program yang
digunakan untuk mengelola suatu database. Jadi MySQL adalah softwarenya dan SQL
adalah bahasa perintahnya.
Perintah-Perintah MySQL
Query dikirimkan ke database dalam bentuk SQL Query Beberapa perintah
yang umum digunakan adalah sebagai berkut: a. CREATE : Untuk membuat tabel baru
CREATE TABLE <NAMA TABLE> (<NAMA
KOLOM> <TIPE>, <NAMA KOLOM>
<TIPE>,
..........................................
PRIMARY KEY (<NAMA KOLOM>) FOREIGN
KEY (<NAMA KOLOM>) REFERENCES
<NAMA_TABLE> (<NAMA KOLOM>))
b. SELECT : Untuk mengambil record dari database yang memenuhi
kriteria tertentu
SELECT <NAMA
KOLOM>, <NAMA
KOLOM>,
. . .
FROM <NAMA TABEL> WHERE
<KONDISI>
c. INSERT : Untuk menambah record ke dalam suatu
table
INSERT INTO <NAMA
TABEL>
(<NAMA
KOLOM>,
<NAMA KOLOM> ) VALUES (<NILAI KOLOM>, <NILAI KOLOM>, . . .)
d. UPDATE : Untuk merubah isi record tertentu pada suatu table
UPDATE <NAMA TABEL> SET (<NAMA KOLOM> = <NILAI
KOLOM>,<NAMA KOLOM> = <NILAI KOLOM>, . . . )
WHERE <KONDISI>
e. DELETE : Untuk menghapus record pada suatu
table
DELETE FROM <NAMA TABEL> WHERE <KONDISI>
f. DROP : Untuk menghapus sebuah table
DROP <NAMA TABEL>
3. Analisa dan Hasil
3.1 Analisa Sistem
Yang Sedang Berjalan Analisa sistem dilakukan untuk mengetahui dan
menentukan masalah yang sedang dihadapi oleh sistem yang akan diterapkan sangat
penting untuk di analisa karena merupakan dasar dalam merencanakan dan
merancang sistem yang baru, di mana sistem yang lama akan dijadikan
perbandingan terhadap sistem baru yang akan diterapkan. Sistem yang ada pada
RSU ‘Aisyiyah Padang sebelumnya sudah menggunakan komputerisasi, tetapi hanya
terbatas pada sistem pembayarannya dan selebihnya masih menggunakan proses
secara manual. Sehingga pihak rumah sakit sering keliru dalam pengolahan data
pasien. Dari hasil penelitian yang telah penulis lakukan pada RSU ‘Aisyiyah
Padang sistem yang ada masih memiliki kelemahan seperti: dalam melakukan
pencekan kamar kosong dan penjadwalan dokter.
3.2 Desain Sistem Baru
Berdasarkan kelemahan sistem yang ada pada sistem yang sedang berjalan
tersebut perlu dilakukan pengembangan terhadap sistem yang ada. Diharapkan
dengan sistem yang baru ini dapat manghasilkan laporan (output) atau informasi
yang lebih berkulitas dan tepat waktu serta akurat.
3.2.1 Entity Relationship Diagram Hubungan antar entity dimana
untuk menghubungkan entity tersebut digunakan keyfield (primary key atribut)
dari masing- masing entity. Entity Relation Diagram digunakan sebagai
penterjemah dari model dunia nyata yaitu data yang belum tersruktur
secara nyata terkait dalam sebuah lingkup topik yang sedang ditinjau. Dimana
data tersebut mengandung arti sebagai suatu kejadian nyata yang terjadi pada
suatu waktu tertentu. Untuk mendapatkan suatu informasi maka data tersebut
terlebih dahulu harus mengalami proses pengolahan.
3.2.2 Struktur Program Struktur program merupakan tampilan pada layar
yang menunjukkan bagian-bagian dari program yang akan dikerjakan. Pada menu
utama terdapat bebeapa pilihan atau proses yang mempunyai kegiatan sendiri yang
harus dikerjakan. Adapun struktur program dari perancangan menu utama dapat
dilihat pada Gambar 2.
4. Implementasi dan Pengujian
4.1 Implementasi pada Sistem yang Telah Dibuat
Home Page adalah halaman antar- muka yang pertama kali muncul saat
alamat situs diakses. Di dalam halaman ini terdapat fitur-fitur yang dapat
diakses secara global, maksudnya siapapun dapat melihat informasi yang
disediakan. Tampilan halamannya terlihat pada Gambar 3.
Jika kita login sebagai “labor” maka Login As-nya “Laboratorium, jika
sebagai “apotek” maka Login As-nya “Apoteker”, jika sebagai “admin” maka Login
As-nya “Administrasi”. Bagi Labor dan Apotek hanya tampil menu “ Entry” dan
“Informasi”. Berikut
adalah halaman yang muncul bila menu-menu tersebut diaktifkan: Untuk
pengentrian pasien, tampilannya akan terlihat seperti yang tergambar pada
Gambar 4:
Jika “Add” di klik maka tampilan akan berubah seperti gambar 5 :
Namun jika “ ” di klik maka
tombol “Simpan” akan berubah menjadi tombol “Ubah”, dan jika terdapat maka data
akan terhapus dari database.
Begitu juga tampilan
entry dokter dan kamar. Berikut Tampilan Laporan Kwitansi Pembayaran, yang
diperoleh dari data rawat- inap pasien yang bersangkutan.
Kesimpulan
Review dari ketiga jurnal di atas adalah Ketiga jurnal tersebut
mempunyai kesamaaan tema yaitu menggunakan pemrograman PHP. Yang membedakan
adalah programnya. Jurnal 1 yaitu program membuat Fasilitas Sistem Informasi
Akademik berbasis web untuk SMA Negeri di Palembang. Semakin cepat perkembangan
teknologi dan informasi, dan tingginya persaingan dalam dunia kerja, yang
membuat kita harus selalu mengikuti perkembangan teknologi dan informasi.
Karena perkembangan zaman pula, maka teknologi dan informasi menjadi sangatlah
penting bagi kita semua. Apalagi di dunia pendidikan, kita tidak boleh
tertinggal perkembangan teknologi dan informasi. Dalam membuat program ini,
konsep sistem informasinya menerapkan komponen TI yaitu Hardware, Software
dan Brainware. Sedangkan komponen Sistem Informasi adalah Hardware,
Software, Database, Brainware, Seperti yang kita
ketahui, Hardware yaitu perangkat keras yang mencakup Komputer, CPU,
Mouse, Keyboard, Harddisk dan lain sebagainya. Sedangkan Software adalah
perangkat lunak yang terdiri dari aplikasi / program komputer yang memfungsikan
Hardware. Dan yang terakhir, Brainware yaitu pengguna / user. Dengan
adanya sistem informasi akademik berbasis web ini, SMA Negeri lebih mudah dalam
memberikan informasi akademik sekolah.
Selain itu, Sistem informasi akademik berbasis website dapat membantu
sekolah dalam menyebarkan informasi kegiatan belajar mengajar serta pemantauan
terhadap kemajuan hasil belajar oleh pihak sekolah yang bisa diakses kapan saja
dan dimana saja melalui daring (on line). Sistem ini pun juga
menggunakan koneksi antara PHP dengan database menggunakan MYSQL. Mysql yang
sering digunakan oleh berbagai kalangan. Mysql sangat cocok diaplikasikan
dengan PHP. Karena dengan menggunakan PHP program tersebut telah terbukti
kehandalannya dalam menangani permintaan data. Selain itu, sistem ini juga di dukung
oleh PT. XL Axiata, Tbk. Palembang. Provider ini sangat banyak penggunanya.
Karena pihak operator PT. XL Axiata, Tbk Palembang berlomba untuk
mempertahankan pelanggan yang ada serta untuk menarik minta pelanggan yang baru
dan menjanjikan kecepatan internet yang cepat. Rancangan sistem informasi
akademik menggambarkan diagram aliran data (DAD) antara pelaku ( actor
) dan sistem berdasarkan penggambaran use case Pada rancangan sistem logis,
diagram aliran data yang dibahas adalah mengenai diagram konteks, diagram
dekomposisi, diagram kejadian logis serta diagram sub sistem dan sistem
logis. Diagram konteks memberikan gambaran mengenai keseluruhan sistem
informasi akademik di SMA Negeri. Melalui diagram dekomposisi, dapat diketahui
bagian-bagian sistem secara keseluruhan baik proses yang berhubungan dengan
sistem, subsistem dan sistem serta rincian dari masing-masing subsistem.
Diagram Kejadian Logis menggambarkan kejadian sub sistem dan sistem yang dapat
dilihat secara logis. Selain itu, sistem ini menggunakan Entity Relationship
Diagram merupakan diagram yang dipergunakan untuk menggambarkan hubungan
antara entity dalam suatu sistem yang akan dikembangkan pada sekolah menengah
atas dan State Transition Diagram (STD) merupakan diagram yang
menjelaskan secara rinci langkah – langkah dari proses program, seperti tahap
tahap login. Rancangan sistem fisik menggambarkan diagram aliran data (DAD)
yang memperlihatkan sistem teknologi yang digunakan, misalnya MySQL. DAD yang
digambarkan sama dengan sistem logis, hanya saja pada aliran data, proses dan
datastore terdapat nama teknologi yang dipakai. Rancangan antar muka merupakan form
– form yang berisikan tampilan dari program yang akan dijalankan user. Seperti
contohnya form HomePage, form ini akan tampil pada saat kita mengakses web,
sedangkan form guru akan tampil setelah kita membuat data guru. Begitu pun
dengan form siswa, akan tampil setelah kita membuat data siswa. Dari isi jurnal
yang kedua membahas tentang pengembangan sistem informasi lapas narkoba untuk
menunjang pengungkapan kasus narkoba di lembaga pemasyarakatan. Dari judul
jurnal yang kedua, menurut pendapat saya, sangat bagus dalam mengangkat judul
tersebut karena sekarang ini sangat merajalela kasus narkoba. Pelakunya pun
dari berbagai kalangan, baik dari orang biasa sampai pejabat tinggi pun
terlibat dalam penyeludupan maupun pengguna narkoba. Sungguh sangat miris. Oleh
karena itu, Dengan memanfaatkan Teknologi Informasi (TI) melalui penggunaan
Sistem Informasi yang berbasiskan komputer sebagai media pembantu dalam
mendatakan para narapidana yang ada di Lapas akan diharapkan sangat membantu
dalam memecahkan masalah narkoba. Selain itu penggunaan teknologi informasi ini
bisa diintegrasikan dengan sistem dari negara lain yang terhubung dengan
Interpol sehingga jaringan – jaringan kejahatan narkoba di seluruh dunia dapat
dengan mudah diungkap. Dalam pembuatan program, Aplikasi menggunakan
sistem berbasis web menggunakan Hypertext Preprocessor (PHP) dan Mysql
sebagai database-nya serta menggunakan apache sebagai web servernya. Karena
untuk membuat suatu sistem, memang sangat cocok koneksi antara PHP dan
Mysql. Sedangkan untuk sistem operasi menggunakan linux ubuntu versi 9.10
dengan menggunakan control panel ISPConfig untuk memudahkan administrator
sistem dalam mengelola web server nya. Untuk memudahkan administrasi database
menggunakan PHPMyAdmin karena sangat mudah digunakan dan berbasis web.
Pemodelan sistem menggunakan Unified Modelling Language (UML) dengan Rational
Rose Enterprise versi 7.0 sebagai alat bantu software dan juga Microsoft Office
Visio 2003 dalam pembuatan skema jaringan dan flowchart. Penggunaan Unified
Modelling Language (UML) adalah untuk menspesifisikan, memvisualisasikan,
membangun, dan mendokumentasikan obyek – obyek dari sebuah sistem software
untuk memodelkan bisnis dan komponennya. UML juga dapat membantu tim dari
sebuah proyek untuk berkomunikasi, memeriksa potensi rancangannya dan
menyetujui arsitektur rancangan dari proyek software tersebut. Untuk
membangun aplikasi Sistem Informasi Lapas Narkoba yang berbasiskan web
diperlukan beberapa sumber daya yang salah satu diantaranya adalah perangkat
dari teknologi itu sendiri. Untuk membangun Sistem Informasi Lapas Narkoba,
teknologi aplikasi yang digunakan berbasiskan open source untuk
mendukung gerakan IGOS (Indonesia Goes Open Source) yang dicanangkan
pemerintah. Adapun perangkat teknologi yang digunakan dalam pembangunan
aplikasi Sistem Informasi Lapas Narkoba berbasis web, seperti contohnya
menggunakan aplikasi UML yang mempunyai tujuan untuk memberikan bahasa
pemodelan yang bebas dari berbagai bahasa pemrograman dan proses rekayasa dalam
sistem informasi Lapas Narkoba berbasis web ini. Selain UML, terdapat juga
teknologi pengamanan yang berfungsi sebagai penyaring (filter) atau
penghalang yang membatasi data yang mengalir dalam suatu jejaring dan internet.
Prosedur administrasi narapidana atau tahanan di Lembaga Pemasyarakatan saat
ini masih bersifat manual dan dikelola oleh bagian registrasi dengan menerima
dokumen dari pengadilan yang di dalamnya berisi dokumen SP21 dari kejaksaan dan
juga dokument putusan pengadilan. Data – data dimasukkan ke dalam buku laporan
bagian registrasi, setelah itu laporan dikirimkan ke Direktorat Jenderal
Pemasyarakatan. Data yang dikirimkan bukan hanya narapidana yang masuk atau
keluar saja, tetapi juga narapidana yang mutasi ke Lembaga Pemasyarakatan lain.
Dengan dibuatnya sistem berbasis web ini, sangat berguna untuk membantu pihak /
lembaga yang menangangi kasus narkoba di Indonesia dan dapat digunakan oleh BNN
(Badan Narkotika Nasional) untuk mengungkap lebih banyak kasus – kasus narkoba
dan juga institusi – institusi lainnya yang juga berkepentingan dalam
pengungkapan kasus – kasus narkoba. Salah satunya penyeludupan narkoba yang
dilakukan oleh WNA ( Warga Negara Asing). Keuntungan yang didapat dari
dibuatkannya sistem informasi lapas narkoba adalah diharapkan akan lebih banyak
mengungkap kejahatan – kejahatan narkoba, terutama yang dikendalikan juga dapat
membantu mengungkap kejahatan – kejahatan lainnya seperti terorisme yang
dananya berasal dari perdagangan narkoba dan juga money laundering yang
dananya berasal dari kejahatan narkoba. Dan tentunya juga dapat
mempermudah para penyidik polri atau PPNS (penyidik pegawai negeri sipil) dalam
mengungkap kasus narkoba. Selain itu, mudah memberikan laporan tahunan kepada
PBB yang rutin harus dibuat kepada UNODC (United Nations Office on Drugs and
Crime) tentang kejahatan – kejahatan narkoba yang ada di Indonesia.
Laporan tahunan kepada presiden dari BNN maupun institusi lainnya
tentang kejahatan narkoba yang dikemas dalam bentuk LAKIP (Laporan
Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah) bisa langsung dibuat dengan cepat
dan mudah.
Berdasarkan jurnal yang ketiga, menurut pendapat saya adalah sangat
membantu, karena salah satu pekerjaan manusia yang membutuhkan bantuan komputer
adalah kegiatan dalam pengelolaan data rawat-inap pada rumah sakit, yang pada
saat ini kebanyakan pengguna masih melakukan secara manual, memanfaatkan
peralatan yang kuno dan tidak akurat dalam menciptakan sebuah
keputusan. Apabila informasi diterima tidak akurat, maka proses
rawat-inap pasien pada rumah sakit kurang lancar dan bisa berakibat pada
ketidakpuasan para pasien. Saat ini pengolahan data rumah sakit masih dilakukan
secara manual oleh karena itu dibuatlah sistem pengolahan database Rawat-Inap
pada Rumah Sakit Umum Aisyiyah Padang, dengan menggunakan komputer / berbasis
web diharapkan dapat membantu Bagian Administrasi dalam pengolahan data - data
yang berhubungan dengan kegiatan rawat-inap. Sistem ini menggunakan bahasa
pemrograman PHP dan databasenya menggunakan aplikasi Mysql. Dalam sistem ini,
juga menggunakan UML salah satunya Entity Relation Diagram digunakan
sebagai penterjemah dari model dunia nyata yaitu data yang belum
tersruktur secara nyata terkait dalam sebuah lingkup topik yang sedang
ditinjau. Dalam sistem ini juga terbagi menjadi beberapa form yaitu form untuk
laboratorium, apoteker dan administrasi. Jika pada tampilan laboratorium dan
apoteker hanya terdapat tampilan menu entry dan informasi. Sistem yang ada pada
RSU ‘Aisyiyah Padang sebelumnya sudah menggunakan komputerisasi,tetapi hanya
terbatas pada sistem pembayarannya dan selebihnya masih menggunakan proses
secara manual. Sehingga pihak rumah sakit sering keliru dalam pengolahan data
pasien. Dengan diterapkan Sistem Informasi berbasis web untuk pelayanan pasien
rawat-inap memungkinkan bagian-bagian yang terlibat dapat melakukan proses
administrasi dan aktifitas lainnya dengan mudah dan cepat. Dari ketiga jurnal
memiliki persamaan yaitu sama sama memakai bahasa pemrograman PHP dan
databasenya menggunakan Mysql serta pemodelan sistemnya menggunakan UML. Dan
sama sama membuat sistem informasi berbasis web, yang bertujuan untuk
mempermudah memperkenalkan ke masyarakat. Dan sangat membantu juga semua pihak.
Jadi, bahasa pemrograman PHP sangat berguna untuk membuat suatu sistem dan
banyak dipakai untuk memprogram situs web yang bersifat dinamis sehingga maintenance
situs web tersebut menjadi lebih mudah dan efisien. Bahasa Pemrograman PHP
dapat digunakan untuk membangun sebuah CMS. Selain itu, PHP juga bersifat open
source yang dapat dikembangkan oleh siapa saja. Jadi, pada intinya dari
ketiga jurnal ini menggunakan bahasa pemrograman PHP agar tercipta situs web
yang bersifat dinamis, untuk membuat databasenya menggunakan Mysql, serta
menggunakan apache sebagai web servernya. Dan untuk melakukan pembuatan sebuah
model dari sebuah sistem yang kompleks menggunakan aplikasi UML dan berbagai
aplikasi lainnya yang dapat membantu terbangunnya sebuah CMS dari ketiga
jurnal.
Daftar Pustaka
[1] Hakim, Lukman. 2000.
Membongkar Trik Rekayasa Master
PHP. Yogyakarta : Lokopedia.
[1] Hakim, Lukman. 2000.
Membongkar Trik Rekayasa Master
PHP. Yogyakarta : Lokopedia.
[2] Handoyo, Eko, dkk. 2008. Aplikasi
Sistem Informasi Rumah Sakit
Berbasis Web pada Sub-Sistem
Farmasi Menggunakan Framework
Prado. Semarang
[3] Jogiyanto HM. 1999. Analisa &
Disain Sistem informasi: pendekatan
terstruktur teori dan praktek aplikasi
bisnis, Ed. II. Yogyakarta : Andi Offset.
[4] Jogianto HM. 2002. Sistem
Teknologi Informasi. Yogyakarta : Andi
Offset.
[5] Limbong, Judianto. 2010.
Pengembangan Sistem Informasi
Rawat Inap Pelayanan Penyakit
Dalam Guna Mendukung Keputusan
Manajemen pelayanan di RSUD dr H
Soemarno Sosroadmojo Bulungan
Kalimantan Timur. Semarang
[6] Nugroho, Bunafit. 2003. Membuat
Website sendiri dengan PHP-MySQL.
Jakarta : Yayasan Obor Indonesia.
[7] Oetomo, Budi Sutedjo Dharma.
2002. Konsep & Aplikasi Pemograman
Client-Server dan Sistem Terdistribusi.
Yogyakarta : Andi Offset
[8] Prasetyo, Didik Dwi. 2002.
Administrasi Database Server MySQL.
Jakarta : Andi Offset
[9] Peranginangin, Kasman. 2009.
Aplikasi Web dengan PHP dan
MySQL. Yogyakarta : Andi Offset
[10] Sutarno NS, M.Si. 2003.
Perpustakaan dan Masyarakat.
Jakarta : Yayasan Obor Indonesia.
[11] Suparno, Willy Bayuardi. 2008.
Pemrograman PHP dan MySQL.Bandung.
[12] Setiawan, David. 2011.
Analisis dan Perancangan
Sistem Informasi Rumah Sakit
Rawat-Inap di Puskesmas
Grabag I Kabupaten Magelang.
Magelang.
Php Tutorial, 2008,
(HTML Format, 2 Oktober 2008
http://java.sun.com/docs/books/tutorial
) LookAndFeel Fredom From Berpacu
Dalam Ridho Ilahi, 2008,
(HTML Format, 2 February
2008, http://www.BerpacuDalamRidho
Ilahi.Blogspot.com/LookAndFeel/Tutori
al 35 Bekerja Dengan Swing, 2008, (PDF Format, 15 Oktober 2008,
http://www.ilmukomputer.com/salamKadilanApp/download)
Apress,.The.Definitive.Guide.to.iRepor
t.(2007).BBL.[1590599284]
http://ireport.surceforge.net/
[13] Na’am, Jufriadif. 2007.
Komunikasi Data dan Jaringan
Komputer. Padang Kumpulan Artikel
www.pdspatklin.or.id
Komentar
Posting Komentar